Dua Tahun Jokowi-JK, Komisi VIII Evaluasi Kinerja

25
Choirul Muna, Anggota Komisi VIII DPR-RI

Jakarta, Harianjateng.com – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi NasDem Choirul Muna menilai kinerja pemerintahan Jokowi – JK selama dua tahun ini sudah cukup baik. Hal ini terlihat dari peningkatan di bidang hukum, terutama untuk perlindungan perempuan dan anak.

“Itu bisa di lihat dari diterbitkannya Perppu No. 1 Tahun 2016 dan dihidupkannya lagi Undang-Undang Perlindungan Anak,” ujarnya saat di wawancara di lingkungan DPR, Kamis (20/10/2016).

Kendati demikian, Muna agak kecewa dengan pengurangan anggaran di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Sudah kita naikkan jadi 1,3 triliun, di potong 800 miliar sehingga tinggal 571 miliar. (Ini) Anggaran yang sangat kecil untuk satu Kementerian dibanding dengan yang lainnya. Sementara kasusnya tiap tahun selalu ada dan bervariasi,” sesalnya.‎

Sementara di bidang pendidikan agama, Legislator dapil Jawa Tengah VI ini berpandangan, belum begitu terlihat kemajuannya. Bahkan sampai sekarang justru terasa kurang ada perhatian.

“Sekolahan atau perguruan tinggi di bawah Kemenag justru paling sengsara. Tidak ada kesetaraan anggaran antara sekolah di bawah Kemendikbud. Padahal di sisi lain tingkat kelulusannya harus memacu bersaing dengan mutu di Dikbud,” imbuhnya.

Di bidang sosial, bantuan untuk rakyat sangat miskin dan miskin dipotong. Belum lagi bedah rumah RTLH untuk rakyat sangat miskin perkotaan pada tahun 2017 akan dihapus. Sementara untuk di pedesaan, baru tahun 2018 akan diadakan kembali.

“Harapan saya ya tetap perkuat infrastruktur, dan anggaran untuk pengentasan kemiskinan, jangan dipotong,” pungkasnya. (Red-HJ99/Hms).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here