Revolusi Mental Disosialisasikan pada Pelajar SMPN 6 Taman

12
Sausana sosialisasi Revolusi Mental dan progam Zona Anak Sekolah (ZOAS) di SMP Negeri 06 Taman, Pemalang, Jawa Tengah pada Senin (31/10/2016).

Pemalang, Harianjateng.com – Kapolsek Taman Polres Pemalang Polda Jateng, AKP Pranata SH, MH melaksanakan kegiatan sosialisasi Revolusi Mental dan progam Zona Anak Sekolah (ZOAS) di SMP Negeri 06 Taman, Pemalang, Jawa Tengah pada Senin (31/10/2016).

 

Kegiatan ini diawali dengan Kapolsek Taman AKP Pranata, SH, MH bertindak sebagai Pembina Upacara Bendera.
Dalam amanatnya, Kapolsek Taman menyampaikan tentang Hari Sumpah Pemuda ke-88 Tahun 2016 dengan tema “Pemuda Indonesia Menatap Dunia”.

 

“Dengan menatap menumbuh kembangkan Pribadi berkarakter, berkapasitas, keahlian dan intelektual yang cukup mumpuni, membangun Dunia karakter kepemimpinan pemuda yang peduli dan profesional, mendorong pemuda sebagai pelopor semangat kebangsaan dalam kebhinnekaan, memacu pemuda sebagai pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia” tutur AKP Pranata

 

“Sukseskan Hari Sumpah Pemuda ke-88 tahun 2016 sebagai tahun kebangkitan ekonomi pemuda, melalui semangat sumpah pemuda kita perkokoh persatuan bangsa untuk mensukseskan pembangunan pemuda yang berkelanjutan, melalui sumpah pemuda kita wujudkan pemuda yang maju, mandiri dan profesional serta tingkatkan solidaritas, integritas dan profesionalitas pemuda menuju bangsa yang sejahtera dan negara yang bermartabat” imbuh Kapolsek Taman

 

Selesai upacara, para siswa serta kepala sekolah dan dewan guru langsung diajak untuk mengikuti gerakan Revolusi Mental yang diperagakan oleh Polwan Cantik Polsek Taman Bripda Feranty Netta, dengan sangat antusias dan penuh semangat para siswa serta kepala sekolah dan dewan guru pun mengikuti gerakan tersebut

 

Sosialisasi ini didasarkan pada Perintah Presiden tentang Nawa Cita yang kemudian dibuat menjadi Program Revolusi Mental untuk bisa mengubah Keterpurukan Bangsa ini “Kita sesuaikan dengan tugas kita masing-masing. Termasuk pelajar tentu dimulai dari disiplin diri di rumah, sekolah dan di masyarakat,” kata AKP Pranata.

 

 

Selain itu, Kapolsek Taman juga mengajak untuk meningkatkan kesadaran Berlalulintas mulai dari diri sendiri. “Kita bisa menjadi Pelopor Keselamatan berlalulintas,” tambah Kapolsek Taman.

 

Kapolsek juga melakukan tanya jawab dengan para Guru berkaitan perlindungan terhadap guru dimata Hukum dan di jawab Kapolsek bahwa perlindungan guru sebenarnya sudah ada sejak tahun 2005. UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen  sudah mengatur tentang perlindungan guru dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 39 UU No 14 tahun 2005 menegaskan bahwa pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi profesi, dan/atau satuan pendidikan wajib memberikan perlindungan terhadap guru dalam pelaksanaan tugas.

 

PP 74 tahun 2008 tentang Guru yg perlu diindahkan oleh Murid/ Wali Murid, kepolisian, kejaksaan, Pengadilan Negeri (PN)  dan Pengadilan Tinggi (PT)

 

“Guru memiliki kebebasan memberikan sanksi kepada peserta didiknya yang melanggar norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, peraturan tertulismaupun tidak tertulis yang ditetapkan guru, peraturan tingkat satuan pendidikan, dan peraturan perundang-undangan dalam proses pembelajaran yang berada di bawah kewenangannya,” bunyi Pasal 39 ayat 1.

Dalam ayat 2 disebutkan, sanksi tersebut dapat berupa teguran dan/atau peringatan, baik lisan maupun tulisan, serta hukuman yang bersifat mendidik sesuai dengan kaedah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dengan Kepala sekolah, para Guru dan Siswa. (Red-HJ99/Lies).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here