Forum Muslim Semarang Minta Ahok Dipenjara

1
Ilstrasi: Suasana demonstrasi Formis Semarang mendemo Ahok.

Semarang, Harianjateng.com – Ribuan umat Islam yang mengatasnamakan Forum Muslim Semarang (Formis), meminta Ahok dipenjara. “Penjarakan Ahok,” teriak Mursalin Ishak, Koordinator Aksi dalam demo menuntut Ahok tersebut, Jumat siang (4/11/2016).

 

Dalam orasinya, Mursalin menegaskan bahwa pernyataan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta sangat menyakiti hati umat Islam. Oleh karena itu, dalam orasinya, ia menuntut agar Ahok diproses secara hukum.

 

Dalam demo yang dimulai dari Masjid Baiturrahman, menuju Simpang Lima dan dilanjutkan ke sepanjang Jalan Pahlawan dan menuju kantor Polda Jateng tersebut, diikuti Forum Muslim Semarang (Formis) yang terdiri atas Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi) Kota Semarang, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang, Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Tengah, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Semarang, dan Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Kota Semarang

 

Dalam rillis yang diterima Harianjateng.com, Formis menyatakan bahwa indonesia merupakan suatu bangsa besar dan negara berdaulat yang terlahir atas dasar kemajemukan. Kemajemukan tersebut meliputi; daerah, adat-istiadat, golongan, suku, bahasa, dan agama. Secara faktual-historis kemajemukan adalah keniscayaan bagi Indonesia. Dari itu, para pendiri bangsa (founding fathers) merawat dan menjaga kemajemukan bangsa Indonesia dengan semboyan: ”Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu.

 

Negara melalui Pemerintah harus menjamin dan bertanggung jawab atas terwujudnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam bingkai kemajemukan. Siapapun yang dengan sengaja mengusik dan mencoba untuk merusak tatanan kemajemukan bangsa, maka negara harus bersikap tegas untuk memprosesnya secara hukum tanpa tebang pilih, dan tentunya sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 156a tertulis “Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan
sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. yang
pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu
agama yang dianut di Indonesia; b. dengan maksud agar supaya orang tidak
menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa”.

 

Saudara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara jelas dan sengaja telah mengganggu salah satu tiang kemajemukan bangsa, yaitu kehidupan beragama di Indonesia. Dengan mengenakan pakaian dinas gubernur dan di hadapan masyarakat, Ahok mengatakan “Jangan percaya sama orang, bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu nggak bisa milih saya. Ya kan, dibohongi pakai Surat Al Maidah 51 macem-macem gitu. Itu hak Bapak Ibu, ya. Jadi kalau Bapak Ibu perasaan, nggak bisa milih nih, karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya, nggak papa, karena ini kan panggilan pribadi Bapak Ibu”. Terlepas apa sebenarnya maksud Ahok mengatakan hal tersebut dan apakah itu memusuhi dan menodai agama Islam, perkataan Ahok tersebut telah menyinggung perasaan sebagian umat Islam.

 

 

Proses hukum Ahok terkait dugaan penistaan agama sudah berjalan di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Ahok juga sudah meminta maaf kepada umat Islam. Akan tetapi, pernyataan tersebut tidak pantas dikatakan oleh seorang gubernur yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat. Pernyataan tersebut juga mengganggu kehidupan beragama di Indonesia sehingga proses hukum harus terus berjalan.

 

Dalam demo tersebut, Forum Muslim Semarang (Formis) menuntut empat hal. Pertama, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum dan mengedepankan asas “perlakuan yang sama di hadapan hukum”. Kedua, Polri harus melakukan proses hukum kepada Ahok secara adil, transparan ke publik, dan profesional.

 

Ketiga, Polri harus menghargai kemerdekaan mengeluarkan pendapat dengan tidak melakukan tindakan represif kepada demonstran. Keempat, Formis berjanji akan terus mengawal proses hukum dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. (Red-HJ99/Foto: HBB).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here