Kasus KDRT dan Perceraian Jateng Masih Tinggi

14
Drs. Heru Sudjatmoko MSi, Wakil Gubernur Jawa Tengah saat diwawanarai usai acara Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sejak dini, Rabu (16/11/2016) di Krakatau Ballroom Hotel Horison Semarang.

Semarang, Harianjateng.com – Drs. Heru Sudjatmoko MSi, Wakil Gubernur Jawa Tengah, mengakui bahwa kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Jateng masih tinggi. “Permasalahan KDRT di Jawa Tengah ini semakin banyak, tidak semakin sedikit tapi malah semakin banyak,” ujar dia dalam Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sejak dini, Rabu (16/11/2016) di Krakatau Ballroom Hotel Horison Semarang, Jawa Tengah.
Dari hasil penelitian, kata dia, penyebabnya salah satunya pernikahan dini. “Kemudian yang kedua dan ketiga banyak faktor lain, salah satunya suami yang pengangguran,” beber orang nomor dua di Jateng tersebut.

Dalam kesempatan itu, Heru juga mengatakan, pernikahan dini juga menjadi penyebab perceraian. Ia pun mengakui, KDRT adalah masalah kompleks yang rentan terjadi pada keluarga yang usinya masih dini. “Usia produktif tidak menunjukkan produktivitas. Produktif itu juga bermacam-macam,” beber dia.

Selain fisik dan kesehatan, Heru menegaskan bahwa ibu hamil harus mengutamakan pendidikan dan karakternya sebagai upaya membentengi KDRT.

“Lingkungan-lingkungan yang tidak ramah, harus dijauhkan dari anak-anak. Maka terjadilah kekerasan, tidak hanya itu, masih ada masalah banyak. Berarti, karakter itu terbentuk tidak hanya orang berpendidikan saja. Apalagi di keluarga-keluarga yang pengetahuannya rendah,” lanjut dia.

Secara umum, ia menyebutkan data kualitatif bahwa kasus KDRT di Jawa Tengah masih tinggi. Pihaknya pun berharap, melalui sosialisasi yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindangan Anak yang bekerjasama dengan Pemrov Jateng, Fakdakom UIN Walisongo dan LPA Jateng tersebut bisa mencegah kasus KDRT.
“Dengan kegiatan ini, saya harap bisa mencegah angkat KDRT di Jateng. Saya ingat kata Bung Karno, beri saya sepuluh pemuda, dengan sepuluh pemuda, kami akan menggetarkan dunia,” bebernya.

Dalam sosialisasi tersebut, hadir ribuan peserta dari berbagai daerah yang digelar oleh Kementerian Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo serta LPA Jawa Tengah tersebut.

Selain Drs. H. Heru Sudjatmoko, MSi Wakil Gubernur Jawa Tengah, hadir pula Wakil Rektor UIN Walisongo Bidang Akademik Dr Musahadi MAg dan Dr. Wahyu Hartono perwakilan Kementerian Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) serta Ketua LPA Jateng dan sejumlah tamu undangan dari berbagai kalangan. (Red-HJ99/Hrs).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here