Oey Cindy, Terjun Modelling Berawal dari Foto HP

0
Oey Cindy

Siapa sangka, berawal dari foto-foto di handphone, Oey Cindy justru ingin menekuni lebih dalam dunia modelling. Dijelaskan dia, ia terjun ke modelling sejak 2011 lalu.

 

“Saya terjun awalnya di dunia modelling pada tahun 2011, awalnya hanya sekadar suka dengan model-model karena mereka berbakat dan saya tertarik untuk difoto dan pada akhirnya saya difoto. Kemudian belajar pose, makeup dan yang lain,” ujar Oey Cindy kepada Harianjateng.com, Jumat (18/11/2016).

 

Dan di dunia modelling, kata dia, sampai tahun 2015 an dan akhirnya saya terjun di fotografi. “Awalnya hanya belajar melalui handphone dan minjem kamera teman-teman di fotografi dan pada akhirnya saya terus belajar dan menjadi bagian hobi sampai detik ini,” ujar pemilik nama lengkap Cindy Claudia tersebut.

 

Konsisten

Dijelaskan dia, menekuni dunia modelling memang mengasikkan dan harus dilakoni dengan konsisten. “Karena menurut saya, belajar banyak hal itu asik dan kita pun banyak mendapat wawasan lebih dari orang lain,” lanjut dia.

 

Untuk meraih itu semua pun tidak gampang, kata dia kepada Harian Jateng, karena apa, karena banyak gesekan dari orang orang, keluarga, bahkan awalnya pun keluarga tidak setuju untuk di dunia model atau foto.

 

“Tapi saya berusaha untuk membuat mereka yakin bahwa dunia fotografi bukan hanya sekadar yang mereka tahu, banyak kerja keras yang harus kita lalui, peran foto pun sangat berguna untuk semua orang. Kita yang awalnya gatau bali itu seperti apa pas ada orang lain share foto, kita pun jadi tahu, banyak seni di dunia fotografi,” papar perempuan kelahiran Jakarta 24 November 1994 tersebut.

 

Ia pun mengakui, salah satu peran modelling adalah mempromosikan wisata dan budaya serta potensi lain di daerah-daerah. “Wisata yang menarik untuk pemotretan lebih suka landschape, banyak arti dari hal-hal landschape,” ujar perempuan yang tinggal di Jl. Tipar Cakung Gang Wareng Rt 001 Rw 008 tersebut.

 

Tips untuk jadi model sukses pun, lanjut dia, itu harus rendah hati bahwa kita masih dalam belajar belajar ,an menerima masukan atau kritikan dari orang lain. “Anggap saja itu bagian dari kita harus belajar lebih baik, motret pun tidak jauh, hanya di daerah Kota Tua, Tanggerang, Taman Cattylya, Taman Menteng dan tempat-tempat pembuangan sampah,” beber dia.

 

Saat ini, kata dia, untuk diangkat difotografi adalah seni budaya daerah, baju-baju daerah. “Harapan tahun ini pun di dunia fotografi, semoga semakin banyak masukan dan pembelajaran tentang fotografi, tentang lighting,” pungkas perempuan yang berulang tahun tiap tanggal 24 November tersebut. (Red-HJ99/Foto: OC).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here