Haul KH Ahmad Badawi, PP Miftakhul Huda Kaliwungu Khotmil Quran

0
Ketua panitia haul dan wisuda santri pondok pesantren Miftakhul Huda, Nurul Anwar saat foto bersama.

Kaliwungu, Harianjateng.com – Peringatan Haul Kiai Haji Ahmad Badawi Abdurosyid yang ke 42 dirangkai dengan acara khotmil Qur’an yang dihelat Pondok Pesantren Miftakhul Huda Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Kegiatan itu bertempat di DesaSawah Jati Pondok Pesantren Miftakhul Huda Kaliwungu pada Jumat malam (25/11/2016).

Dalam acara tersebut juga mewisuda 90 santri yang hafal Alqur’an, adapun santri yang hafal Alqur’an 30 juz seluruhnya ada 14 santri, sedangkan yang hafal Alqur’an sampai dengan juz amma ada 76 santri. Hadir dalam acara itu sebagai pembicara yaitu Habib Umar Muthohar dari Semarang dan mantan Menteri Agama Prof. Dr. Haji Said Agil Al Munawar.

Ketua panitia haul dan wisuda santri pondok pesantren Miftakhul Huda, Nurul Anwar menjelaskan, acara pada malam hari ini adalah salah satu rangkaian acara yang sudah dilaksanakan sejak hari Senin kemarin dengan khotmil Qur’an, pertemuan alumni yang dihadiri alumni pondok pesantren Miftakhul Huda Kaliwungu yang berasal dari Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa, tahlil di makam jagalan, hataman Alqur’an secara bersama-sama, seminar Internasional yang dilakukan oleh Jami’iyah Quro’ Walkhufat Jawa Tengah.

 

“Seminar tentang tafsir Alqur’an dan peletakan batu pertama di masjid dan asrama pondok Albadawiyah Magelung yang dihadiri oleh Habib Lutfi dari Pekalongan,” jelasnya.

Nurul Anwar juga menyampaikan bahwa ia bersyukur dengan kegiatan itu. “Kami bersyukur telah terlaksananya semua acara kegiatan ini dan malam ini sebagai puncaknya dengan dibukanya pengajian akbar untuk umum yang dihadiri langsung oleh mantan Menteri Agama Indonesia Prof. Dr. Haji Said Agil Husin Al Munawar, MA. sebagai pembicara pada malam hari ini.”

“Diharapakan dengan adanya pendidikan agama terutama pendidikan Alqur’an sebagai sumber hukum dan patokan dalam menjalani hidup, kita mau mengamalkanya dan insyaAllah akan terdidik menjadi manusia yang berakhlak dan bermoral. Saat manusia sudah beraklak dan bermoral otomatis akan terjaga tatanan dan kebaikan antar sesama manusia,” tambahnya. (Red-HJ99/Heri).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here