Heboh 212, PC IPNU Pemalang Ambil Sikap

12
Jajaran pengurus PC IPNU Pemalang

Pemalang, Harianjateng.com – Menyikapi aksi bela islam III yang akan dilaksanakan pada (2/12/2016) Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Pemalangn Jawa Tengah membuat pernyataan sikap. Syaeful Kamaludin ketua PC IPNU Kabupaten Pemalang kepada Pers menyampaikan, menyikapi pemberitaan Aksi Bela Islam III yang menjadi isu bahkan aksi nasional terlebih menyangkut ummat Islam dalam bernegara. “Maka PC IPNU Kabupaten Pemalang melakukan pertemuan pegurus harian pada hari selasa 29 November 2016, pertemuan ini membahas salah satunya imbas terhadap ummat Islam khususnya pelajar Islam,” ucapnya.

 

Lebih lanjut disampaikan oleh Syaeful Kamaludin, sebagai organisasi pelajar Islam, menyikapi situasi yang berkembang sekarang ini terutama persoalan Agama dalam bernegara yang didalamnya penuh keragaman, perlu untuk memberikan suatu pemahaman kepada masyarakat khususnya pelajar Islam, pelajar harus jeli dalam menanggapi pemberitaan dan perkembangan situasi agar tidak terpengaruh apalagi sampai terbawa kearah yang tidak semestinya.

 

Dari hasil pertemuan pegurus harian pada hari selasa 29 November 2016 itulah Syaeful Kamaludin atas nama PC IPNU. Kabupaten Pemalang membuat pernyataan resmi yang dikeluarkan berdasar surat siaran 01/SPC/XXVIII/7354/XI/16 yang berisi beberapa hal. Pertama, menghimbau kepada seluruh Pengurus, Kader dan Anggota IPNU di Kabupaten untuk bisa menahan diri agar tidak mudah terpancing provokasi yang berujung konflik.

 

Meskipun menyampaikan aspirasi di ruang publik menjadi hak pribadi yang dijamin oleh konstitusi, namun apapun itu yang sekiranya berpotensi memecah keutuhan Negara, PC IPNU Kabupaten Pemalang menyarankan untuk menahan diri, Karena akan banyak kemungkinan faktor pemicu ketika sudah turun ke jalan. -Menyatakan keprihatinan jika terlaksananya aksi tersebut sudah keluar dari niatan suci dan mencederai pengorbanan tulus ummat yang benar-benar untuk Islam serta menyayangkan jika bersatunya ummat Islam tidak lebih berdasar pada cinta melainkan kebencian.

 

Bahwa atas peristiwa yang terjadi, meski secara konstitusi dijamin haknya untuk menyuarakan di ruang publik, namun sebagai warga Negara yang baik, perlu menahan diri dan mengikuti aturan hukum yang berlaku dalam bernegara sebagaimana anjuran Ketua Umum PBNU “Saat ini kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan calon gubernur DKI petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tengah diproses, sehingga tak perlu lagi melakukan demonstrasi”.

 

Selanjutnya, mengajak kepada semua pihak khususnya Pengurus, Kader dan Anggota IPNU di Kabupaten Pemalang untuk bersama-sama mewaspadai segala upaya adu domba sesama bangsa, sesama ummat bahkan sesama organisasi.

 

Menyadari dalam hidup tidak ada kata berhenti untuk terus mencari dan menggali kebenaran. Dan kebenaran yang ada bahwa di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam yang sudah sejak lama dengan beragam cara diusik kedamaian untuk bisa saling bertengkar, sehingga perlu melakukan reinternalisasi pemahaman nilai-nilai Islam atau muhasabah diri atas laku keberagamaannya. Sebab lain adalah jika sampai rencana menghancurkan Islam berhasil, yang terjadi adalah kita akan berperang dengan saudara sendiri, dan perlu juga disadari bahwa perang bukan satu hal yang instan terjadi tanpa didahului dan didalamnya selalu berlangsung pertempuran-pertempuran.

 

Kemudian, maraknya pemberitaan di media sosial yang menjadi pemicu tercepat merebaknya isu dan begitu mudah tersebar dan tidak ada batasan akses sehingga siapapun bebas membaca, berkomentar bahkan membagikan maka dengan ini PC IPNU Pemalang menghimbau kepada seluruh Pengurus, Kader dan Anggota untuk meningkatkan daya saring pemberitaan dan mengakses berita dari sumber media yang jelas kita tahu siapa pemiliknya dan lembaga yang menaunginya. Sebagai contoh NU Online, sudah jelas milik PBNU yang konten, arah dan tujuannya sebagai media acuan ummat islam Ahlussunnah Wal Jamaah. (Red-HJ99/Joko Longkeyang).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here