Kala Pedagang Tahu-Tempe Menyumbang untuk Basuki-Djarot

0

Jakarta, Harianjateng.com – Diiringi ratusan Dulur Djarot, sebutan para pendukung Calon Wakil Gubernur pasangan Basuki-Djarot, Djarot Saiful Hidayat berkeliling kampung industri rakyat Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (30/11/2016). Maksud kedatangannya adalah untuk menjaring partisipasi warga dalam program yang disebut Kampanye Rakyat. Dalam kesempatan tersebut Djarot didampingi oleh Wakil Bendahara Tim Pemenangan Basuki-Djarot (Badja) Joice Triatman.‎

“Saya nemani Pak Djarot temui warga Kompleks Kopti ini. Ada banyak usaha kerakyatan berkembang disini selain usaha tahu tempe. Ada juragan telur, kerupuk kulit, makanan ringan, bahkan produksi sosis ada disini,” jelas Joice antusias.

Joice menjelaskan, Kampanye Rakyat yang diusung oleh pasangan Basuki-Djarot adalah konsep  partisipasi aktif warga dalam mendukung pasangan calon. Bentuk partisipasi ini adalah urunan dana kampanye bagi pasangan nomor urut 2 tersebut.‎

“Di sini akan Kampanye Rayat juga. Warga sudah mengumpulkan uang untuk disumbangkan melalui rekening resmi. Ini yang tidak dipunyai pasangan lain. Kerelawanan, kesukarelaan dalam mendukung calon,” tegas Joice. 

Satu persatu rumah produksi warga komplek perumahan Koperasi Pedagang Tahu Tempe Indonesia (Kopti) disambangi keduanya. Singgah di salah satu rumah produksi tempe, Djarot menanyakan soal kesulitan produksi yang dialami pengusaha tempe rumahan.

“Biaya produksi masih mahal pak, ini pakai alat seadanya, tradisional semua,” ujar Sanusi menyampaikan keluh kesahnya. 

Mendengar keluhan warga, Djarot mengatakan perlahan-lahan dengan bantuan dari Pemerintah DKI melalui program pengembangan ekonomi produksi perlu di modernisasi. Selain itu, bahan baku juga diupayakan untuk dapat dikelola koperasi sehingga lebih memudahkan pengusaha. 

“Saya ini masih Wakil Gubernur loh sampai Oktober, jadi keluhan bapak sekalian akan ditindaklanjuti selesai cuti. Tempe itu makanan saya sejak dahulu sampai sekarang. Ini memang harus dibantu berkembang,” ujar mantan Walikota Blitar dua periode itu. 

Melanjutkan perjalanan, Djarot dan Joice menyambangi juragan telur ayam yang mengaku sumber telurnya berasal dari Blitar, kota dimana Djarot pernah memimpin sebagai walikota.

“Kalau telur ayam dari Blitar ya pasti, telur bebek dari mana? Bukan dari Blitar kan? He he,” sanggah Djarot. 

Mendengar sanggahan dari calon orang nomor dua di DKI ini, sang pengusaha menjelaskan bahwa ada juga telur bebek yang berasal dari Blitar walaupun kebanyakan memang di pasok dari Tegal.

Sampai di dapur tempat pengolahan kedelai, Djarot dan Joice disambut warga untuk menerima sumbangan sukarela yang ditempatkan didalam baskom air oleh ibu-ibu pengolah kedelai tahu tempe.

“Jumlahnya 570 ribu, nanti  disetor oleh perwakilan yang punya NPWP ke rekening Ahok-Djarot, ” jelas Joice yang membantu menghitung langsung. 

Dalam kesempatan dialog dengan warga, Djarot mendengarkan usulan dari pengusaha tahu tempe, agar kawasan mereka ditata sehingga dapat lebih produktif. Lontaran usulan mulai dari bantuan produksi hingga penataan perumahan disampaikan warga kepada Djarot

“Kami akan tata dengan program penataan kampung termasuk pengolahan limbahnya. Kalau bagus bisa kita jadikan wisata edukatif. Para pelajar bisa lihat proses pembuatan tahu tempe. Sehingga mereka tak perlu lagi dipaksa makan tempe” jelas Djarot. 

Djarot berterima kasih kepada warga yang telah menyisihkan uangnya untuk mendukung pencalonannya sebagai pasangan Calon Wakil Gubernur dari Basuki Tjahaja Purnama. ia berjanji akan menuntaskan program-program untuk membangun pemerintahan yang adil, jujur, bersih dan melayani. 

“Ini bentuk Kampanye Rakyat. Masyarakat bisa menilai. Kami tidak menilai besar kecilnya tapi keikhlasan. Bagi kami, ini amanah melekat sehingga kami tidak melupakan perjuangan rakyat,” pungkasnya. (Red-HJ99/Hms).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here