Pemkot Semarang Larang Warga Berwisata ke Eropa dan Belanda

20
Pers conference Collaborative Destination Development (CDD) bertajuk “Religious, Nature, and Herritage Tourism Destination at Central Java” di lantai 7 Crowne Plaza Hotel Semarang, Rabu (7/12/2016).

Semarang, Harianjateng.com – Hevearita Gunaryanti Rahayu Wakil Walikota Semarang yang mewakili Walikota Semarang Hendrar Prihadi melarang warga untuk berwisata ke Eropa muapun Belanda. Sebab, menurut Ita, sapaannya, Kota Lama Semarang sudah menjadi representasi wisata dunia. Hal itu ia katakan saat menghadiri acara Collaborative Destination Development (CDD) bertajuk “Religious, Nature, and Herritage Tourism Destination at Central Java” di lantai 7 Crowne Plaza Hotel Semarang, Rabu (7/12/2016).

“Kami insyaallah yakin, pada 2017, Kota Lama akan menyumbang wisatawan terbanyak di Kota Semarang. Jadi orang tidak perlu ke Eropa, ke Belanda, ke Kota Lama saja sudah cukup untuk berwisata kelas dunia,” kata Hevearita Gunaryanti Rahayu Wakil Walikota Semarang dalam acara Collaborative Destination Development (CDD), Rabu (7/12/2016).

Ia juga menjelaskan, banyak pejabat negara lain bertandang ke Kota Lama Semarang dan mengaguminya. “Saat Perdana Menteri Belanda kemarin ke Kota Lama, kita di situ ada surprise luar biasa. Kalau kita lihat, selama ini promosinya saja yang kurang. Makanya kita antardinas akan membuat mapping, scedhule agar bagus,” ujar perempuan tersebut.

Hevearita juga menjelaskan, di Kota Semarang sendiri banyak even yang digelar dalam rangka mengangkat potensi budaya dan wisata lokal. “Untuk festival, Kota Semarang tidak kalah. Ada Festival Lampion, Festival Banjir Kanal, kemarin juga festival batik, tapi yang hadir ya sedikit sekali tidak seperti kota lain,” beber dia.

 
Orang nomor dua di Kota Semarang tersebut juga punya harapan, bahwa peran serta berbagai komunitas selain komunitas fotografi, agar ikut serta mempromosikan wisata Kota Semarang dengan berbagai cara. Hal itu, menurut Ita, bisa dilakukan melalui even-even atau kegiatan yang mendukung promosi wisata Kota Semarang agar semakin dikenal dunia.

Sementara itu, General Manager Bandara Ahmad Yani Semarang Priyo Jatmiko, dalam kesempatan itu juga mengatakan bahwa semua warga Kota Semarang, Jawa Tengah, bisa menjadi sales yang mempromsoikan wisata Kota Semarang.

“Untuk promosi, kita sudah berkomunikasi di Jakarta juga. Banyak komunitas yang sudah kita sinergikan. Tidak hanya komunitas fotografi, kita sendiri dan warga bisa foto selfie di wisata bisa jadi sales yang mempromosikan wisata,” beber GM Bandara Ahmad Yani Semarang Priyo Jatmiko dalam acara Collaborative Destination Development (CDD) bertajuk “Religious, Nature, and Herritage Tourism Destination at Central Java” di lantai 7 Crowne Plaza Hotel Semarang, Rabu tersebut (7/12/2016).

Kegiatan Collaborative Destination Development (CDD), Rabu (7/12/2016) tersebut, digelar oleh PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Ahmad Yani Semarang bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI), Pemerintah Provinsi Jateng, Pemerintah Kota Semarang dan stakeholders lainnya.
Selain Hevearita Gunaryanti Rahayu Wakil Walikota Semarang yang mewakili Walikota Semarang Hendrar Prihadi dan Priyo Jatmiko GM Bandara Ahmad Yani Semarang, dalam acara tersebut juga hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo yang mewakili Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan berbagai kalangan yang hadir. (Red-HJ99/HI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here