Clara Vincent Make Up Jajaki Riasan Cina

13
Riasan Cina hasil karya Clara Vincent Make Up.

Sebagai salah satu pelaku Make Up Artist (MUA), Clara Vincent Make Up yang digawangi Clara Vincent, kini merambah dengan manjajaki MUA Cina atau China yang berasal dari Republik Rakyat Cina (RRC). Berbagai budaya dan potensi budaya,

 

 

“Sebagai pelaku MUA, tentunya saya senang banget bisa menampilkan riasan style dengan berbagai macam dan keaneka ragaman make up. Sebagai pelaku MUA, ini adalah tantangan tersendiri bagi saya pribadi tentunya, di mana saya harus bisa memilah dan bisa membedakan konsep riasan yang satu dengan yang lainnya,” ujar Clara Vincent kepada Harianjateng.com, Senin (12/12/2016).

 

 

Tentu saja riasan daerah dengan riasan konsep modern juga jauh berbeda, kata dia, di mana konsep riasan adat daerah harus menggunakan pakem yang telah ada. “Contoh kecilnya yang membedakan adalah di alis, antara riasan daerah dengan riasan konsep modern yang telah dimodifikasikan,” lanjut dia.

 

Riasan Cina

Riasan atau make up Cina contohnya, lanjut dia, di mana bentuk alisnya adalah salah satu ciri khas yang berbeda dengan riasan yang lainnya. “Bentuk alis Cina lebih condong ke atas tarikan ujungnya serta ayliner juga sangat berpengaruh besar pada riasan Chaines ini,” beber Clara.

 

 

Kenapa saya bilang aeyliner sangat berpengaruh, kata dia, karena bentuk mata orang Chaines kebanyakan sipit. “Di sini tantangan bagi MUA, bagaimana bisa menampilkan riasan ayliner pada mata bisa kelihatan hidup dan nggak sipit,” papar dia.

 

Selain make up, lanjut dia, tentu saja baju. “Sanggul dan asesoris sangat berpengaruh juga dalam riasan ini, karena ini menyangkut ciri khas kebudayaan orang Chaines,” tandas BMI asal Jatim tersebut.

 

Yang berbeda dengan negara laenya, lanjut dia kepada Harian Jateng, dalam bentuk sanggul contohnya, kebanyakan lebih menonjol ke atas dan ke samping. “Dan yang tak kalah penting asesoris rambut juga ada semacam supit yang menjadi simbol tersendiri bagi masyakarat China pada umumnya, supit adalah alat untuk makan sehari-hari masyarakat Chainess,” tukas dia.

 

 

Dari style baju juga, lanjut Clara, lebih menonjolkan ciri khas negara Chainess yang berbeda dengan negara lainnya yang mirip baju Japanes, Kimono yang nggak terdapat di negara lainnya.

 

“Tentunya saya sebagai MUA harus terus berani bikin terobosan dengan style-style yang lain daripada yang lain, itu adalah tantangan tersendiri bagi saya,” ungkap dia.

 

Alhamdulillah, katanya, sejauh ini saya sudah banyak membuat style make up dengan berbagai macam konsep yang beda daripada konsep yang telah ada. “Tentunya saya pribadi sangat bangga dengan semua karya yang telah saya keluarkan, namun demikian saya harus tetap rendah hati dan terus belajar, belajar dan belajar,” tegasnya.

 

Dari berbagai keunikan riasan itu, Clara Vincent siap melayani berbagai pelanggan dari Hongkong sendiri maupun di Indonesia juga. Sebab, menurut dia, kepuasan pelanggan menjadi kebahagiaannya.

 

Harapan saya, kata Clara, semoga ke depannya saya bisa lebih maju dan suksess sebagai seorang perias, amin. (Red-HJ99/Foto: Clara).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here