Johnny G Plate Katakan Riset JP Morgan Merusak Psikologi Pasar

9
Anggota Komisi XI Johnny G Plate

Jakarta, Harianjateng.com – Anggota Komisi XI Johnny G Plate menyatakan diakhirinya kerjasama pemerintah dengan JP Morgan patut mendapat apresiasi. Johnny menyebutkan JP Morgan tengah memainkan proxy war di sektor keuangan dan investasi, sehingga bisa dikatakan riset yang dilakukannya tidak murni terkait moneter dan finasial tetapi sarat dengan muatan politik.

 

Rekomendasi JP Morgan yang menurunkan dua peringkat atas perekonomian Indonesia dari overwight menjadi underweight menurut Johnny tidak kredibel. Pasalnya fundamental ekonomi nasional dalam kondisi sangat baik, sehingga Johnny mempertanyakan ada kepentingan apa dibalik riset JP Morgan tersebut?

 

“Ada politik ekonomi kepentingan kekuatan lain. Tarik menarik kekuatan politik ekonomi antara usa dan Tiongkok akan selalu mewarnai hegemoni ekonomi kawasan asia tenggara termasuk Indonesia” paparnya saat dihubungi melalui pesawat telepon, Selasa (03/01)

 

Johnny menjelaskan bahwa riset-riset dari lembaga keuangan seperti JP Morgan harus diwaspadai. Sebab hasil riset yang tidak kredibel bisa jadi merupakan gerakan yang tidak nampak dipermukaan namun berpotensi merusak perekonomian Indonesia.

 

JP Morgan nyatanya merusak psikologi pasar dengan menetapkan peringkat surat hutang atau obligasi Indonesia turun dua tingkat dari overweight menjadi underweight. Alhasil munculah asumsi pasar bahwa investasi di Indonesia tidak menarik bagi investor.

 

“Kita sedang membutuhkan pembiayaan infrastruktur dan investasi dari sumber keuangan internasional. Assement yang dilakukan oleh JPM sangat tidak profesional atau bisa dicurigai ada sisipan pesan politik ekonomi dari kekuatan lain diluar Indonesia” ungkap Wakil Ketua Fraksi NasDem tersebut.

 

Sebelumnya Menteri Keuangan memutuskan mengakhiri hubungan kerja sama dengan JP Morgan melalui surat bertanggal 17 November 2016. Menindaklanjuti hal itu dan sesuai hasil rapat pada 1 Desember 2016, diputuskan pula pengakhiran kontrak kerja sama antara Direktorat Jenderal Perbendaharaan dengan JP Morgan sebagai bank persepsi. Alhasil, efektif tanggal 1 Januari, JP Morgan tidak boleh lagi menerima setoran penerimaan negara Indonesia dari siapapun. (Red-HJ99/Hms).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here