Panitia Wisata Kali Comal Dibubarkan

2
Anggoro Adi Condro, SH ketua panitia Festival Wisata Kali Comal ( FWKC) tahun 2016.

Pemalang, Harianjateng.com – Bertempat di Padepokan Sabdo Manunggal, wong sableng 212, Desa Kelangdepok, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, puluhan anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang terlibat dalam kepanitiaan penyelenggaraan Festival Wisata Kali Comal ( FWKC) tahun 2016 melakukan acara ,”Ramah Tamah Dan Pembubaran Panitia Festival Wisata Kali Comal Pemalang Tahun 2016″.

Acara tersebut dihadiri oleh Sekertaris daerah (sekda) Kabupaten Pemalang Drs. Budi Raharjo, MM, beberapa SKPD terkait, para Camat yang wilayahnya berada di bantaran Kali Comal yaitu Camat Bodeh, Camat Ampelgading, Camat Comal, dan Camat Ulujami,” sengaja acara ini kami tempatkan di Padepokan Sabdo Manunggal, Wong Sableng 212 yang letaknya berada kebun, di alam bebas dan berada di pinggir Kali Comal, agar kita semua tetap menyatu dengan alam, dan mencintai alam,” kata Anggoro Adi Atmojo SH, Ketua panitia FWKL mengawali  sambutannya.

Lebih lanjut Anggoro juga menyampaikan terima kasih secara khusus kepada komonitas para pelukis pemalang dan  spritualis yang telah ikut andil dalam pelaksanaan FWKL dari awal sampai berakhir dan kepada semua yang terlibat dalam event FWKL dengan satu tujuan mewujudkan parawisata kali Comal di Kabupaten Pemalang untuk mewujudkan Pemalang Hebat.

Di hadapan Komandan BR (panggilan akrab sekda Budi Raharjo), SKPD Pemalang serta panitia, Anggoro juga menyampaikan perersiapan FKWC hanya dua minggu tapi alhamdulillah pelaksanaan dari awal sampai selesai tidak ada kendala yang berarti dan berakhir sukses, itu semua berkat kerja keras, kerja sama, kerja nyata kita semua sebagai panitia baik panitia induk maupun panitia lokal.

Terkait dengan kerja panitia Anggoro juga memberikan apresiasi secara khusus. “Untuk rekan panitia anda adalah warga yang luar biasa, sangat komitmen, berani meninggalkan keluarga( ketika melakukan kegiatan), berani meninggalkan job-job yang sedang dihadapi demi untuk mensukseskan FWKL dengan tidak dibayar, FWKL ini memang baru pertama kali diselenggarakan, dengan anggaran yang sangat minim, namun berkat kekompakan kita, rasa memiliki wisata di sepanjang Kali Comal yang tinggi sehingga FWKL bisa sukses,” imbuhnya.

Dilaporkan juga oleh Anggoro, setelah FWKL tahun 2016 dilaksanakan ternyata banyak sekali potensi wisata yang bermunculan dan ini membutuhkan sentuhan khusus, baik dari pemerintahan desa maupun pemerintahan Pemda Kabupaten Pemalang oleh karena itu perlu kita dorong untuk memolesnya.

 

“Forum ini substansinya tidak hanya melaporkan hasil FWKL, tapi juga menyampaikan informasi potensi di daerah masing yang perlu digali dan yang tidak kalah penting adalah tingkat partisipasi tinggi, dampak ekonomi tumbuh, kreatifikas masyarakat bangkit sehingga masyarakat menghendaki agar FWKL diadakan kembali disetiap tahun dan ini bisa menjadi kalender wisat tahunan, dan berdasarkan diskusi panjang akan dilaksanakan pada bulan ke:7(tujuh) karena kondisi air bagus dan tidak hujan, perlu ada komitman bersama bahwa kali Comal mempunyai potensi wisata yang patut dikembangkan, dan yang tidak kalah penting adalah di Pemalang timur perlu adanya sarana gedung seni budaya, perlu alokasi dana yang memadai, Insya Allah dengan waktu yang cukup, dana yang cukup festival Kali Comal di tahun 2017 akan lebih heboh dan lebih specktakuler,”pungkasnya. (Red-HJ99/Joko L).


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here