Kartu Tani Demak Rapikan Data Petani

0
Suasana launching Kartu Tani di Demak

Demak, Harianjateng.com – Launching Kartu Tani Demak dilaksanakan pada Kamis (12/1/2017). Hingga Januari 2017, Bank BRI mendistribusikan Kartu Tani kepada 446.934 petani di wilayah Jateng dan akan menyusul yang lain. Menteri BUMN meminta bank-bank negara untuk bisa memberi kredit kepada para pemegang Kartu Tani, guna membeli pupuk bersubsidi, bibit, obat-obatan, hingga keperluan pangan dan bayaran sekolah anak sampai waktu panen.

“Setiap petani yang masuk kelompok tani yang terdaftar dan memiliki Kartu Tani dipastikan mendapatkan pupuk bersubsidi tepat waktu dan bantuan lain dari pemerintah, langsung ke nama penerima. Dengan ada pendataan lewat Kartu Tani, petani juga mudah mendapatkan bibit dan obat-obatan atau pestisida,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Demak Ir.Wibowo saat launching dan distribusi Kartu Tani di 14 Kecamatan di Kabupaten Demak yang bertempat di Pendopo Kabupaten Demak, Kamis (12/1/2017).

Hendrawan.SE menjelaskan lebih lanjut, para petani yang memiliki Kartu Tani juga mendapatkan keuntungan lain seperti memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR ini merupakan program pemerintah yang memberi kredit dengan bunga rendah karena disubsidi. Petani hanya membayar bunga 9% per tahun.

 

Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya HM. Nasir S. Pd M. Pd (Bupati Demak) Letkol Inf Agung Udayana SE (Dandim 0716/Demak),Windu Sunardi SH, M. Si (Aisten 2 Sekda Kab. Demak) ,M. Gandara SH (KasiPidum Kejaksaan Negeri Demak),Ir. Wibowo (Ka. Dinas Pertanian Kab. Demak), Ir. Sartono (Ka. Bulog Demak),AKP. Slamet Riyadi (Kapolsek Demak Kota),Drs. Wakino (ketua HKTI),Hendrawan SE (Ka. Cabang wilayah BRI Demak) ,Gapoktan seKab. Demak,Ka. PPL seKab. Demak serta Seluruh distributor pupuk di Demak. Bank BRI berkomitmen ikut menyukseskan program Kartu Tani, yang dimaksudkan untuk mendukung diwujudkannya program pemerintah Nawacita dalam bidang ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan di Indonesia.

 

Data Petani

Kartu Tani tersebut merupakan kartu identitas bagi petani yang semula dikembangkan untuk menyalurkan jatah pupuk bersubsidi langsung kepada petani yang bergabung dalam kelompok tani, sesuai waktu. Ganjar menjelaskan, sistem tersebut merupakan solusi untuk membuat distribusi pupuk bersubsidi menjadi tertutup dan petani bisa memperoleh hak kuotanya, yang sebelumnya banyak diselewengkan ke perkebunan besar, pertambakan, dan industri tekstil.

Kartu Tani kini dikembangkan lebih luas, sehingga bisa sekaligus berfungsi sebagai kartu debit (ATM) yang diterbitkan oleh bank-bank Himbara (BRI, Mandiri, dan BNI). Sistem Kartu Tani ini juga menghimpun data semua petani di Indonesia, untuk membentuk database petani.

“Data tersebut bersumber dari pemerintah daerah setempat yang terdiri atas data petani dengan system by name by address, data lahan, dan data komoditas. Dengan Kartu Tani, petani akan mudah untuk mengakses jasa layanan perbankan baik simpanan maupun pinjaman, terutama KUR. Petani juga dapat melakukan transaksi pembelian sarana produksi pertanian serta penjualan hasil panen yang cashless dan terintegrasi, dalam satu sistem,” ujar Kepala Cabang Bank BRI Demak Hendrawan.SE.

Ganjar menjelaskan melalui Vidio Conferecenya menjelaskan lebih lanjut, dengan adanya data tanaman apa saja yang ditanam petani, maka akan dapat diketahui panennya dan Perum Bulog siap membelinya dengan harga yang baik. Dengan cara ini bisa diciptakan kestabilan harga pangan dan pasokan dapat dijaga cukup.

Kartu Tani yang bisa menjadi solusi dalam pendistribusian pupuk bersubsidi ini, lanjut Hari, akan terus dikembangkan oleh Bank BRI. BRI berkomitmen untuk mengembangkan sistem itu bagi para petani tidak hanya di Jawa Tengah, tapi juga di seluruh Indonesia.

Penyerahan Kartu Tani di Jawa Tengah, lanjut dia, ditargetkan akan selesai pada Februari 2017. Kartu Tani ini akan mendukung bisnis Bank BRI yang memiliki fokus pada sektor UMKM.

Berdasarkan data Bank BRI, sampai dengan akhir Desember 2016, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 69,5 triliun kepada sekitar 4 juta debitur dengan NPL sekitar 0,32%. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 15,1 triliun atau sekitar 22% disalurkan ke sektor pertanian. “Data ini menunjukkan bahwa porsi kredit sektor pertanian relatif besar terhadap penyaluran kredit di BRI,” imbuhnya. (Red-HJ99/pdm).


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here