NasDem: Kemenkes dan IDI Sebaikanya Duduk Bersama Selesaikan Soal DLP

0
64
Irma Suryani Chaniago, Anggota Komisi IX DPR RI

Jakarta, Harianjateng.com – Program studi Dokter Layanan Primer (DLP) yang rencananya akan mulai dibuka di 17 Fakultas Kedokteran di beberapa Universitas di Indonesia masih mengalami penolakan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). IDI bersikukuh menolak dicanangkannya program studi kedokteran baru yang setara spesialis tersebut dengan berbagai alasan.

Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi NasDem Irma Suryani Chaniago menilai, sikap IDI tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, saat ini lebih dari 30 persen Puskesmas belum memiliki dokter. Selain itu, pemerintah telah memiliki program Dokter Keluarga.

“IDI bukan asal menolak, (pemerintah-red) penuhi dulu dong kebutuhan 30 persen dokter di Faskes (fasilitas kesehatan) satu itu. Lalu berdayakan Dokter Keluarga tersebut, karena fungsi DLP itu hampir sama dengan Dokter Keluarga,” ujarnya saat di hubungi, Kamis (12/1/2017).

Kendati begitu, Irma menandaskan, sebaiknya pemerintah, yang dalam hal ini Kementerian Kesehatan, dengan IDI, membangun dialog yang baik. Hal ini dilakukan penting karena banyak pihak juga yang menilai, IDI mestinya tidak hanya menolak saja. IDI harus memberikan kajian dan kerjasama dengan pemerintah.

“Sebaiknya Menkes duduk bersama dengan IDI. Jika ingin bikin program baru, saya kira komunikasi itu penting dibangun,” cetusnya. (Red-HJ99/Hms).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here