Pembangunan Tower Randudongkal Dihentikan Akibat Izin Lingkungan

0
H. Yusup Junaedi (63) warga RT 31/04 Randudongkal atas nama warga yang terdampak tower

Pemalang, Harianjateng.com – Sejumlah warga Desa Randudongkal, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah melayangkan surat pengaduan kepada Bupati Pemalang HM. Junaedi SH, MM terkait dengan adanya pembangunan Tower. Surat yang dibuat oleh H. Yusup Junaedi (63) warga  RT 31/04 Randudongkal atas nama warga  yang terdampak tower tertanggal 19 Desember 2019 dengan tembusan ke KPPT, SATPOL PP, Camat, dan Kepala Desa Randudongkal langsung direspon dengan dihentikannya aktifitas pembangunan tower tersebut.

Ditemui di kediamannya pada Sabtu(28/01/2017) H. Yusup Junaedi mengatakan pada intinya kami, delapan warga yang berada dilingkungan terdampak pembangunan tower tersebut tidak mempermasalahkan asal perijinannya sesuai dengan peraturan daerah pemerintah Kabupaten Pemalang,”mereka mendirikan tower dengan seenaknya, urusan perijin lingkungan belum terselesaikan, padahal dilokasi tersebut ada delapan warga yang kediamannya terletak disekitar berdirinya tower tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan oleh H. Yusuf delapan warga yang terdampak diantaranya adalah rumah sakit Mardhotilah yang jaraknya hanya dua meter dari lokasi pembangunan Tower tersebut, perlu diketahui juga di sana juga sudah berdiri tower yang lain yang jaraknya sangat berdekatan,”Pihak kontraktor yang diwakili oleh saudara Ba’im sebagai penanggung jawab perijinan lingkungan radius pendirian tower selalu ingkar janji terhadap warga terkait keputusan yang telah dibuat, misalnya ketika warga yang dikumpulkan di rumah saya ini, kemudian akan diberikan kompensasi terkait pembangunan tower tersebut ternyata sampai sekarang tidak ada realisasi sehingga seolah-olah kompensasi sudah diserahkan ke saya  sementara pembangunan berjalan terus sehingga kami sangat keberatan, saya pribadi tidak mempersulit asal perijinan dilakukan sesuai dengan perda Kabupaten Pemalang, karena salah satu persyaratan perijinan adalah dimulai dengan diselesaikan izin lingkungan, urusan dengan lingkungan harus di clearkan terlebih dahulu, kemudian silahkan pembangunan dilanjutkan, kalau tidak diselesaikan ya silahkan dibongkar saja jangan dibiarkan menggantung  karena bangungan tersebut juga sangat membahayakan karena sudah mencapai ketinggian 60 m lebih hampir sama dengan tower yang sudah ada, apalagi sekarang sedang musim hujan, intinya saya sebagai warga masyarakat protes karena perusahaan pendiri tower belum menyelesaikan kewajibannya dengan lingkungan dan itu sama halnya melanggar perda dan kami mengucapkan terima kasih kepada Pemda Pemalang yang telah merespon surat pengaduan kami,”pungkas H. Yusuf Junaedi. (Red-HJ99/Joko Longkeyang).


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here