Harlah NU ke 91, PCNU Semarang Potong Tumpeng

13
212
Suasana peringatan Harlah NU ke 91 yang digelar PCNU Kota Semarang di Convention Hall Hotel Pandanaran Semarang, Selasa malam (31/1/2017).

Semarang, Harianjateng.com – Bertempat di Hotel Pandanaran Semarang, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang menggelar Refleksi dan Khatmil Quran dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Ke-91 Nahdlatul Ulama (NU), pada Selasa malam (31/1/2017).

 

Peringatan Harlah NU ke 91 itu meriah. Apalagi, kegiatan yang dimulai pukul 18.00 WIB itu, dihadiri sejumlah tokoh NU, Ansor, akademisi dan sejumlah politisi serta dari kalangan nahdliyin.

 

Upacara Harlah NU ke 91 itu, dimulai dengan salat maghrib berjamaah kemudian pembacaan Alquran oleh para hafidz-hafidzah se-Kota Semarang. Kemudian, dilanjutkan pembacaan Kitab Al-Barzanji sampai menjelang shalat Isya. Setelah shalat Isya baru masuk upacara tasyakuran Harlah NU ke 91.

 

Dijelaskan Ketua Panitia Agus Fathuddin Yusuf, bahwa upacara Harlah NU ke 91 itu, ditandai pemotongan 91 nasi tumpeng oleh Rois Syuriyah PWNU Jateng KH Ubedulloh Shodaqoh, Rois Syuriyah PCNU Semarang KH Hanief Ismail Lc, Ketua Tanfidziyah Dr KH Anasom M.Hum, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Dandim 0733/BS Semarang Kolonel Zaenul Bahar dan sejumlah kiai dan alim ulama di Kota Semarang. Sebelumnya, panitia mengundang 325 tokoh di Kota Semarang dari lintas profesi.

 

Usai pemotongan tumpeng sejumlah tokoh NU dan rektor perguruan tinggi menyampaikan Refleksi Harlah Ke-91 NU. Mereka adalah Dr H Abu Hapsin, Drs H Ali Mufiz MPA, Dr KH Ahmad Darodji MSi, KH Kharis Shodaqoh, KH Shodiq Hamzah, Prof Dr H Muhibbin MAg, Prof Dr H Anis Malik Thoha, Dr H Noor Achmad MA, Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum, Prof Dr H Fathur Rokhman, M.Hum, Dr H Mudzakir Ali, Ibu Hj Muslimatin dan sebagainya.

 

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Semarang Anasom menjelaskan, 91 tumpeng berasal dari warga NU yang sukarela bersedekah untuk NU. Anasom menyebut 91 tumpeng tersebut sebagai tumpeng kebangsaan.

 

Pantauan di lapangan, pemotongan tumpeng tersebut berlangsung meriah. Sebab, sebanyak 91 tumpeng dipotong oleh berbagai kalangan, baik dari internal NU maupun dari tamu undangan. (Red-HS99).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here