Peringati Milad HMI ke 70, KAHMI dan Kader HMI Akan Jalan Sehat di Yogyakarta

0
Ilustrasi: Sejumlah anggota KFJS saat foto bersama.

Semarang, Harianjateng.com – Peringatan Milad Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke 70 tahun 2017 ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Sebab, KAHMI Forever Jalan Sehat (KFJS) akan menggelar “Jalan Sehat Napak Tilas Perjuangan 70 Tahun HMI” yang direncanakan akan mengeliling Yogyakarta sebagai tanah kelahiran HMI.

 

Direncanakan, akan hadir sejumlah tokoh nasional alumni HMI yang akan mengikuti rentetan agenda Milad HMI ke 70 tersebut. Organisasi yang lahir pada 5 Februari 1947 itu akan dirayaka ulang tahunnya oleh kader HMI maupun Korp Alumni HMI (KAHMI) di Indonesia.

 

 

Menjelang Dies Natalis HMI ke 70 pada tanggal 5 Februari 2017, di mana lahirnya adalah di Kota Yogyakarta pada tanggal 5 Februari 1947, menjadi momentum yang sangat penting sebagai sarana refleksi diri bagi seluruh kader maupun alumni dalam mengisi kemerdekaan yang di Proklamasikan oleh Soekarno dan Hatta.

 

“Apalagi kondisi akhir-akhir ini terjadi friksi atar elemen bangsa yang cukup memprihatinkan dalam menjaga nilai-nilai perjuangan dan keindonesiaan. Oleh karena itu sebagai bentuk kesadaran kritis tersebut, KAHMI Forever Jalan Sehat (KFJS) Yogyakarta akan mengadakan Jalan Sehat Napak Tilas Perjuangan 70 tahun HMI di kota kelahirannya, yaitu Yogyakarta, pada tanggal 5 Februari 2017 pukul 06:00–12:00 WIB,” beber M.Iqbal Djayusman Ketua Panitia, dalam siaran pers yang diterima Harianjateng.com, Jumat siang (3/2/2017).

 

Hadir Sejumlah Tokoh

Usai agenda itu, kemudian dilanjutkan dengan sarasehan alumni dan kader HMI dan para alumni yang menjadi tokoh nasional. Direncanakan, akan hadir Dr Akbar Tanjung (Ketum PB HMI tahun 1966), Prof.DR.Ichlasul Amal MA (Mantan Rektor UGM), Chuimadi Syarif Romas (Ketum PB HMI 1970an), dan dimoderasi oleh tokoh perempuan Yogyakarta Dra.Latifah Iskandar (aktivis KOHATI 1970an).

 

Napak Tilas Perjuangan 70 Tahun HMI ini, dipusatkan di Beteng Vredeburg Malioboro Yogyakarta, yang akan dibuka oleh Wakil Gubernur DIY KPAA Paku Alam X, di mana rute perjalanan melewati tempat-tempat bersejarah bagi perjuangan HMI, seiring dinamika sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

 

Lokasi yang akan dilewati adalah beteng Vredeburg di titik nol Jogyakarta, kemudian di Eks Kampus Sekolah Tinggi Islam (STI) di Jalan Secodiningrata (Kantor Yayasan Marsudirini Yogyakarta), Asrama Mahasiswa STI di jalan yang sama sebagai secretariat awal kantor HMI, kemudian melalui Jalan Katamso, masuk ke arah Jl.Ibu Ruswo (Yudonegaran), di mana ada pertigaan Plengkung Wijilan: pernah terjadi bentrok berdarah antarakader HMI dengan kader PKI pada peristiwa 1965.

 

Alun-alun Utara merupakan rute berikutnya yang akan dilewati karena merupakan lokasi Rapat Umum Rakyat Yogyakarta yang dimotori oleh Pengurus Cabang HMI Yogyakarta yang dipimpin oleh Beddu Amang (Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM).

 

Rute berikutnya adalah Jalan Ahmad Dahlan, di mana ada rumah permanen kecil nomor 8 di Jalan Ahmad Dahlan, menjadi kantor Cabang HMI pada awal agresi pertama tahun 1947 dan kedua 1949. Di mana mobilisasi kader HMI masuk bersama-sama TNI melawan penjajah, melalui tokohnya Achmad Tirtosudiri (pangkat terakhir Letnan Jenderal).

 

Setelah melewati Jalan Ahmad Dahlan, kemudian melewati Jalan Bayangkara, di mana di pertigaan PKU tersebut pernah terjadi bentrokan berdarah antara kader HMI dengan kader PKI yang didukung Brimob. Saat itu, di mana salah satu tokoh kader HMI, yaitu Mahadi Sinambela (mahasiswa FISIPOL UGM) terluka karena poporan senjata milik Brimob.

 

Dilanjutkan ke kampong Sosromenduran, tepatnya Jalan Dagen 16, merupakan kantor Baperki, ormas keturunan Tionghoa, yang berafiliasi dengan PKI, pasca peristiwa Gestapu 1965, diduduki oleh aktivis HMI dan menjadi kantor Cabang HMI Yogyakarta sejak 1966 sampai 2003. Di kantor inilah digodok dan lahir pemimpin bangsa dari HMI seperti Kanda Beddu Amang (Kabulog era Soeharto, Solikhin (Penasehat Gus Dur/Ketua Senawangi), Ahmad Wahib (Penulis Buku), Ahmad Kamaludiningrat (Penghulu Kraton Yogyakarta), Prof Syafri Sairin (antropolog UGM), Kahar Muzakkar (Ketua Fraksi P.Golkar 2014-2019, DPR RI), Zulkilfi Halim (anggota DPR RI 2004-2009),maupun tokoh-tokoh profesional lain di bidang masing-masing hingga saat ini.

 

Setelah melewati jl.Dagen kemudian kembali lagi ke rah Malioboro, lokasi yang memiliki nilai estetika dan menjadi ruang public bersama dalam menjaga nilai-nilai keindonesian. Berakhir kembali ke Vredeburg untuk ramah-tamah dan berbincang-bincang dengan tokoh Pemantik.

 

Oleh karena itu, 5 Februari 2017 merupakan momentum segenap elemen bangsa dalam merawat ingatan sejarah, bahwa HMI merupakan anak bangsa yang lahir dan besar di Yogyakarta untuk merawat dan menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Dijelaskannya, Komunitas Korps Alumni HMI (KAHMI) Forever Jalan Sehat Yogyakarta (KFJS) merupakan kumpulan KAHMI di Yogyakarta yang telah berusia satyu tahun, secara rutin bersama-sama melakukan olahraga jalan kaki sebagaisarana menjaga vitalitas tubuhnya secara fisiologis sekaligus media komunikasi psikologis sebagai sarana silaturahmi.

 

Kesadaran berolah raga dan silaturahmi ini merupakan modal sosial KAHMI untuk membangun kesadaran kritis pada diri sendiri dan lingkungannya, sehingga mampu menjadi modal awal dalam perubahan yang lebih baik. (Red-HJ99/Hms).


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here