Edarkan Tembakau Gorila, Warga Demak dan Grobogan Dibekuk Polda Jateng

0
159
Dua pelaku saat diamankan polisi.

Semarang, Harianjateng.com – Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah berhasil membekuk dua warga dari Kabupaten Demak dan Grobogan dikarenakan mengedarkan sekaligus memakai narkoba jenis baru, yaitu tembakau gorila.

 

Kombes Pol Krisno H. Siregar SIK, MH Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah, saat ditemui Harianjateng.com, mengatakan bahwa dua tersangka tersebut berasal dari Kabupaten Demak dan Grobogan. “Tersangka inisialnya YA (warga Grogogan) dan DW (warga Demak),” beber Krisno H. Siregar saat jumpa pers di Hotel Grasia Semarang, Rabu siang (8/2/2017).

 

Dijelaskannya, bahwa mereka adalah Zaenudin alias Ateng warga Grobogan, dan Dimas Tri Wibisono Demak yang menjadi pengedar sekaligus pemakai tembakau gorila.

 

Saat Gelar Penangkapan Tembakau Gorila di Hotel Grasia Semarang itu, Krisno membeberkan bahwa pada tanggal 4 Januari 2017 anggota kepolisian Polda Jateng dari satuan Ditnarkoba mendapatkan laporan dari masyarakat terkait dugaan peredaran dan penyalahgunaan narkotika jenis baru atau biasa disebut dengan tembakau gorila. Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar 560.

 

Salah satu tersangka, mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan tembakau gorila itu berawal dari media sosial. “Saya mendapatkan barang melalui media sosial,” beber salah satu tersangka.

 

Dijelaskan pula, bahwa harga tembakau gorila itu, per pakat dibandrol Rp.350.000.  “Harganya per paket Rp.350.000,” beber salah satu tersangka.

 

Untuk melancarkan bisnis haram itu, tersangka melakukannya dengan modus menghubungi Line dan BBM, barang dikirim melalui jasa pengiriman.  Kemudian tersangka membagi tembakau gorila dalam bentuk batangan linting untuk dijual. Per batangan dengan harga Rp.50.000.

 

Tembakau gorila merupakan salah satu narkoba jenis baru. Dalam kandungan tembakau gorila, terdapat bahan kimia yang mengakibatkan seorang berhalusinasi atau fly. Nama lain tembaku gorila adalah tembakau cap gorila.

 

Sampai saat ini, polisi masih menyelidiki sumber tembakau gorila tersebut. Dari perbuatan kedua pelaku itu, mereka diancam pasal 112 Ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkoba dengan minimal 4 tahun penjara dan maksimal penjara 12 tahun atau denda Rp. 800 juta dan maksimal Rp.8 miliar. Mereka juga diancam dengan Permenkes Nomor 2 tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkoba, termasuk dalam Narkotika Golongan I jenis 5-FLUORO-ADB. (Red-HJ99/Hrs).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here