Pelajar SMA NU 1 Kradenan Blora Buat Film Menembus Batas

16
Para pelajar SMA NU 1 Kradenan, Blora yang menciptakan film "Menembus Batas"

Blora, Harianjateng.com – Lima pelajar dari SMA NU 1 Kradenan, Blora, yakni Nira Ariani keas XI IPS 1, Fendy Pradana kelas X MIPA 2, Cindy Johan kelas XI IPS 1, Sugeng Anggariningsih X MIPA 2, dan Ahmad Muftahul Nuhrowi XI IPS 1 berhasil menciptakan film menarik.

 

Meski punya keterbatasan akses dan berada di pelosok desa, akan tetapi tidak membuat patah semangat dalam berkarya. Mereka adalah para talenta muda yang membuktikan dengan karya nyata. Mereka saling mengambil peran dalam kisah perjuangan seorang pelajar perempuan yang memiliki keterbatasan fisik tuna wicara dalam film yang bertajuk “Menembus Batas” karya lima pelajar SMA NU Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah tersebut.

 

Hidup di wilayah perbatasan, tidak lantas membuat para pemuda di Kecamatan Kradenan, Blora tersebut malas berkarya dan mengeksplorasi diri. Dengan bermodal keyakinan yang kuat dan fasilitas sederhana yang dimiliki, ternyata mereka mampu menciptakan karya film pelajar yang mengambil setting di kawasan situs Goa Sentono tepi Sungai Bengawan Solo dan lingkungan sekolah.

 

Nira sebagai tokoh utama, gadis tuna wicara yang selalu berusaha menembus batas yang selama ini membungkam mimpi-mimpinya. Menjadi anak dengan kondisi yang tidak sempurna, membuatnya selalu mendapatkan hinaan dan pengasingan dari lingkungannya. Namun ia percaya bahwa dibalik kekurangannya itu ada kelebihan yang mampi memberikan secercah kebahagiaan dalam hidupnya.

 

Salah satu guru muda di SMA NU 1 Kradenan, Blora, Ahmad Rifai (23), ternyata menjadi tim utama, sebab ia adalah sutradara film “Menembus Batas” tersebut.

 

Rifai mengatakan bahwa pembuatan film ini dimulai sejak November 2016 dengan penyusunan naskah dan setting cerita. “Anak-anak baru mulai memproduksi film pada bulan Desember hingga awal Januari. Dengan semangat yang besar, anak-anak yang tergabung dalam teater Quro ini setiap hari berlatih ambil video dengan peralatan seadanya. Alhamdulillah hasilnya cukup bagus,” papar Rifai, Selasa (7/2/2017).

 

Tidak main-main, film pendek berdurasi 20 menit yang dihasilkan para pelajar dari SMA NU 1 Kradenan inipun berhasil menyabet juara pertama dalam lomba film Pekan Olahraga Seni Maarif (PORSEMA) 2017 tingkat Kabupaten sehingga berhak maju ke tingkat Provinsi mewakili Blora.

 

Sementara itu, Tri Wahyudi Kepala Sekolah SMA NU 1 Kradenan, Blora, ikut bangga dengan prestasi yang diraih anak-anak didiknya. Ia mengapresiasi dan terus mendukung pengembangan kreatifitas anak di bidang teater dan perfilman.

 

“Alhamdulillah dari dunia teater, anak-anak bisa berprestasi. Mohon dukungannya agar kita bisa meraih kemenangan lagi dalam PORSEMA tingkat provinsi yang akan diselenggarakan di Jepara,” ucapnya.

 

Sebagai apresiasi kepada lima pelajar pemeran film dan teman-temannya, pihak sekolah pada hari Sabtu (4/2/2017) menggelar kegiatan nonton bareng sekaligus meet and greet dengan para pemain film. Ratusan peserta mengikuti kegiatan nonton bareng yang diselenggarakan di aula sekolah dengan dihadiri Camat Kradenan Sutarso S.Sos, M.Si bersama Forkopimcam setempat. (Red-HJ99/Hms).


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here