Pondok Pesantren Harus Bisa Kelola SDN

13
70
Bupati Demak M Natsir (kiri) saat menyampaikan sambutan

Demak, Harianjateng.com – Dialog dan Sosialisasi Pengelolaan Sumber Daya Nasional (SDN) Untuk Pertahanan Negara Dilingkungan Pondok Pesantren Tahun 2017 pada hari Rabu tanggal 08 Februari 2017 pukul 09.25 Wib di Aula Yayasan Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Kab Demak dihadiri lebih kurang 110 orang. Kegiatan itu, dihadiri pula Dandim 0716/Demak Letkol Inf Agung Udayana bersama Forkopimda Demak.

Indonesia dalam perjalan panjang sejarahnya, adalah negara yang mempunyai daya tarik kuat pada bangsa lain untuk menguasainya, hal ini, ditimbulkan oleh kekayaan potensi sumberdaya yang dimiliknya. Hal lain yang menarik perhatian negara negara lain adalah kondisi geografinya dengan ribuan pulau yang terletak sangat strategis pada posisi silang antara dua benua dan dua samudera.

Dari kondisi seperti itulah, Indonesia sebagai negara yang berdaulat penuh, menerapkan dan mengembangkan sistem pertahanan semesta, sistem pertahanan yang melibatkan seluruh warga Negara, wilayah dan sumber daya nasionalnya, supaya bisa menegakkan kedaulatan Negara dan mempertahankan wilayah NKRI serta keselamatan segenap bangsa Indonesia dari setiap ancaman.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Direktur Komponen Cadangan ( Brigjen TNI Iskandar M.Munir ),Bupati Demak ( HM.Natsir,S.Pd,M.Pd ), Dandim 0716/Demak ( Letkol Inf.Agung Udayana ), Kapolres Demak ( AKPB Sony Irawan ), Ketua yayasan pondok pesantren Futuhiyyah Mranggen ( KH.Said Latif Hakim,S.Ag,MM ), Kasubdit Matra Darat Ditkomcad ( Kolonel Inf.Muchtar Lutfi ), Kakorda Kemenhan Wilayah Jateng ( Kolonel Inf Haryadi ), Ka Kemenag Kab Demak ( Drs.HM.Thobiq,M.Si ), Kajari Kab Demak, Pasi Ter Dim 0716/Demak ( Kapten Inf Mulyadi ), Muspika Kec Mranggen Kab Demak,Perwakilan pengasuh pondok pesantren se Kab Demak,Perwakilan santri Ponpes sekab Demak serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Demak  HM.Natsir,S.Pd,M.Pd  menyampaikan bahwa seperti kita ketahui bersama bahwa pengelolaan dan penataan sumber daya maupun sarana dan prasarana nasional dituangkan dalam rancangan UU sumber daya Nasional untuk kedaulatan negara. “Hal itu perlu melibatkan seluruh komponen warga negara,serta sarana dan prasarana Nasional,ini perlu atau butuh waktu yang panjang untuj membangun dan mengelola sumber daya nasional,” kata Bupati Demak.

“Saya sangat antusiatif atas terselenggaranya kegiatan yang bermuatan strategis karena kegiatan ini dapat kita gunakan sebagai forum silahturahmi dengan para ulama dan umaro serta mendekatkan TNI dengan lingkungan pondok pesantren,kegiatan ini merupakan pondasi sebagai pertahanan nasional untuk menjaga keutuhan NKRI,”ungkap Natsir.

 

Lebih lanjut Bupati mengatakan ancaman yang terjadi di negara kita yaitu radikalisme dan terorisme khususnya yang menciptakan rasa takut dimasyarakat tetapi juga menggangu pertahanan negara dan juga keutuhan bangsa dan bernegara. “ISIS menjadi kelompok radikal yang berbahaya karena kemampuan menjaring pejuang asing,termasuk muslim fanatik di Indonesia,”ungkap Bupati.

 

Pada kesempatan yang lain Direktur Komponen Cadangan Brigjen TNI Iskandar M.Munir mengatakan  Pondok pesantren adalah lembaga islam tertua yang merupakan budaya Indonesia dengan sistem mengadopsi pendidikan keagamaan,sebagai lembaga islam pondok pesantren memiliki andil yang sangat besar terhadap perjalanan sejarah bangsa,diharapkan dapat memberikan bimbingan dan pengetahuan tentang paham kepemimpinan sesuai dengan Ideologi Pancasila dan UUD 1945 sehingga mampu menangkal ancaman terhadap kedaulatan NKRI,”kata Brigjen TNI Iskandar M.Munir

Dia menambahkan ancaman terhadap negara saat ini sangat retolflek dan multi nasional,baik ancaman militer maupun non militer,untuk ancaman non militer dapat berdimensi ldeologi,politik,ekonomi,sosbud serta keselamatan umum,untuk ancaman militer dapat berupa agresi dan non agresi,pada saat ini yang perlu kita waspadai adalah ancaman nyata yang setiap saat dapat terjadi dan tiba-tiba yang sulit diprediksi,seperti ancaman terorisme dan radikalisme,bencana alam dan bahaya narkoba,”tambah Direktur Komponen Cadangan ini.

“Untuk menghadapi ancaman yang beragam,bangsa Indonesia perlu menata kembali kekuatan pertahanannya,salah satunya yang perlu dilaksanakan adalah menata dan membangun sumber daya Nasional,khususnya sumber daya manusia sebagai komponen cadangan dan pendukung yang menyokong negara,”ungkap Brigjen TNI Iskandar M.Munir

Kegiatan selesai dilanjutkan dengan acara sosialisasi dengan nara sumber Kasubdit Matra Darat Ditkomcad Kolonel Inf.Muchtar Lutfi dan dilanjutkan acara tanya jawab dengan peserta sosialisasi.(Red-HJ99/pdm).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here