Danramil Wonosalam Kawal Harga Gabah

5
Danramil Wonosalam (tengah) saat mengawal harga gabah

Demak, Harianjateng.com –Akibat panen serentak dan musim penghujan membuat harga gabah di wilayah jawa tengah khususnya Demak merosot tajam dan hampir tidak ada yang membeli, hal ini membuat petani banyak yang rugi, untuk itu Danramil 03/Wonosalam Kapten Inf Doni Felix Visma di dampingi Pasiter Kodim 0716/Demak Kapten Inf Mulyadi serta Kadispertan Demak Ir.Wibowo ngotot memperjuangkan para petani saat Kunjungan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec,Dev , Jum’at (10/2), melakukan MOU Serap Gabah dengan Bulog di Desa Tlogorejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak.

Hasil panen ini diharapkan mampu diserap secara maksimal oleh Bulog, sehingga petani tidak rugi banyak serta stok beras cukup dan mampu menjaga stabilitas harga beras di tingkat petani. Kondisi stok beras yang memadai, mencukupi permintaan, kedepannya mampu membuat harga di tingkat konsumen relatif stabil.

Produksi sudah bagus, Bulog ditunggu perannya dalam menyerap gabah petani sesuai HPP. Ketika gabah terserap secara maksimal maka peran tengkulak semakin minimal. Kedua faktor tersebut akan berpengaruh terhadap stabilitas harga di tingkat petani. Maksimalnya penyerapan gabah petani juga berimplikasi positif terhadap stok beras Bulog. Sehingga ketika produksi turun (paceklik), harga beras di tingkat konsumen dapat ditekan kenaikannya.

Optimalisasi penyerapan Gabah

Saat melakukan uji sampel oleh Bulog Demak berdasarkan Peraturan Kementan Nomor 71/Permentan/PP.200/12/2015, harga pembelian Gabah diluar kualitas oleh pemerintah di penggilingan didapatkan hasil no urut 7 dengan gabah diluar kualitas 3 (GLK-3) dengan kadar air 26-30 % kadar hampa 11-15 % di dapatkan harga kesepakatan  Rp 3.300 per kilogram.

Hal tersebut menjadi tantangan untuk perombakan mekanisme penyerapan produksi padi, sehingga selisih kemahalan dapat diminimalkan. Harapannya, ketika harga beras Bulog mendekati harga di penggilingan dan stok beras memadai, harga di tingkat konsumen stabil.

Turut hadir dalam acara tersebut Ka Dinas Ketahanan Pangan Prop Jateng, Kadivreg Bulog Prop Jateng, Kadispertan Dan Perkebunan Prov Jateng, Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Demak,PPL kec.Wonosalam,serta Gapoktan Tlogorejo. Wonosalam (Jateng), diminta untuk serius dalam melakukan penyerapan gabah atau beras dari petani Kabupaten Demak.

“Kepada Bulog agar betul-betul dilaksanakan penyerapan gabah atau beras,” tegas Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementerian Pertanian R.I, Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec,Dev  saat melakukan kunjungan ke sawah yang sudah siap panen di desa Tlogorejo.

Tak hanya itu, Pending Dadih Permana pun meminta, Bulog yang ada di Demak untuk memenuhi gudang penyimpanannya. Bulog diminta tidak berpatokan target, namun sebisa mungkin memenuhi semua gudang beras yang ada di Bulog Demak.

Ia menambahkan, dalam proses pengiriman beras dan gabah, pengiriman harus di dampingi oleh TNI. “Untuk TNI harus sebagai penengah supaya beras bisa masuk dan diterima oleh Bulog,” pungkasnya.

Sementara di sisi lain, Danramil 03/Wonosalam yang mewakili Dandim 0716/Demak, Kapten Inf Dony menjelaskan tujuan ada tujuan mulia dari kunjungan kerja (kunker) dari Dirjen PSP Kementerian Pertanian R.I ke Demak, Jateng yang mencakup wilayah Demak, Kudus dan Purwodadi.

“Kunjungan Kerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian R.I, dalam rangka Optimalisasi penyerapan Gabah dibulog Wilayah Demak,” ucapnya di dampingi Pasiter  Dim Kapten Inf Mulyadi dan Babinsa Jajaran Koramil 0716/03 Wonosalam, Demak. (Red-HJ99/pdm).


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here