Komisi D Tinjau, Sepuluh SD Negri Randudongkal Nyaris Roboh

7
Anggota DPRD Pemalang Komisi- D saat meninjau langsung dilokasi SD Negeri 2(dua) Gembyang yang nyaris roboh 

Pemalang, Harianjateng.com – Dunia pendidikan yang bertugas mencerdaskan kehidupan bermasyarakat dan bernegara selayaknya mendapatkan perhatian khusus dan tidak boleh diabaikan baik sisi mengajar maupun gedung tempat anak menimba ilmu, namun demikian sangat disayang ketika dijumpai dilapangan kenyataan yang ada berbanding terbalik, seperti dijumpai di Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

“Ada sepuluh SD Negeri di kecamatan Randudongkal yang gedungnya rusak parah dan tidak bisa ditempati untuk kegiatan belajar ini karenakan kondisinya sangat memprihatinkan dan nyaris roboh, jika dalam satu gedung ada tiga kelas maka di kecamatan Randudongkal ada 30 (tiga puluh) ruang kelas yang tidak dapat dipergunakan dengan rata-rata fisiknya hampir roboh,” kata Drs. Krisnodo M.Pd kepala UPPK Randudongkal ketika diwawancarai disela-sela menerima kunjungan kerja Anggota DPRD Pemalang Komisi- D dilokasi SD Negeri 2 (dua) Gembyang yang nyaris roboh pada Selasa (21/02/2017).

Dikatakan oleh Krisnodo ke sepuluh gedung yang nyaris roboh adalah SD N 2(dua) Rembul, SD Negeri 1 dan 2Gembyang, SD Negeri 4 Kejene, SD Negeri 2 dan 3 kejene, SD Negeri 2 dan R Kreo ,SD Negeri Kecepit, SD Negeri 1 dan 2 Semaya, Dan SD Negeri 1,2, 3 Tanahbaya oleh karena itu terkait dengan Kunjungan Komisi -D, Krisnodo berharap pembangunan RKB yang akan datang kalau bisa dengan cara swakelola kareena yang mengerjakan teman-teman kita yang ada di sekolah agar hasil lebih bagus juga otomatis menyerap tenaga kerja lokal dan yang tak kalah penting rekan-rekan dari Anggota DPRD Komisi – D sudah bisa melihat secara langsung keadaan ruang kelas yang sudah tidak layak pakai sehingga kami berharap agar untuk anggran APBD kabupaten tahun 2017 rehab total 10 (sepuluh) gedung SD yang sudah kami ajukan untuk renovasi bisa terealisasi.

Senada dengan kepala UPPK Randudongkal, Hery Edi Purnomo kepala SD Negeri 2(dua) Gemyang mengatakan,”sudah terlalu lama keadaan SD Negeri 2(dua) Gemyang dibiarkan dalam kondisi akan roboh semuanya ada tiga kelas yang rusak parah, tidak bisa kami pergunakan dan untuk kegiatan belajar mengajar kami alihkan ke ruang perpustakaan untuk menjaga keselamatan anak didik,” ujarnya.

Sementara itu Anggota DPRD Pemalang komisi D ketika diwawancarai terkait keadaan fisik SD Negeri yang berada di Kecamatan Randudongkal mengatakan ,” memang kami mendapat laporan tentang adanya sepuluh gedung SD Negeri di Kecamatan Randudongkal yang mengalami kerusak parah dan pada hari ini kami meninjau langsung keadaan SD negeri yang dimaksud, hasilnya sangat memprihatinkan,” kata Sutiah Ketua Komisi -D ( F-PKB).

Anggota Komisi – D ( Ketua :Sutiah(F-PKB), Suroso(F-GIA), Adi Kristiawan(F-GIA), Edi Susilo(F-PG), M. Syafi’i S.Ag(F- PPP) ) yang meninjau langsung keadaan gedung SD berharap kepada pemerintah agar mengenai pembangunan sarpras harus melihat kondisi real, komisi D juga sangat mendukung kebijakan pemerintah mengenai rencana pembangunan gedung tersebut pada tahun anggaran 2017,kami berharap pembangunannya menggunakan sistim swakelola dengan alasan pembangunannya akan lebih bagus, namun kalau memang harus dengan rekanan ya silahkan tapi rekanan yang bagus dan bonafid.” Dan yang tidak kalah pentingnya adalah Guru, Masyarakat, dan Komite Sekolah harus aktip berkomonikasi melaporkan keadaan fisik sekolah supaya kalau ada kerusakan cepat tertangani dan masuk skala prioritas berdasarkan kwalifikasi seperti Rusak para, rusak sedang, rusak ringan”, pungkas Suti’ah.

Red-HK99/Joko Longkeyang


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here