Jenazah Bayi di Bawah Jembatan Kali Keruh Gegerkan Warga Medayu

7
Suasana evakuasi bayi

Pemalang, Harianjateng.com – Penemuan mayat bayi perempuan yang baru dilahirkan di bawah jembatan kali keruh ikut dusun pesahangan RT 06 RW 02 Desa Medayu, Kecamatan Watukumpul, Kabupatan Pemalang, Jawa Tengah menggegerkan warga setempat.

 

Pelapor kejadian tersebut adalah Darnawan bin Wiryanto (44 tahun). Ia adalah Kades Medayu yang beralamat di Dukuh Pesahangan Rt 06 Rw 02 Desa Medayu, Watukumpul, Pemalang.

 

“Tempat kejadiannya di bawah jembatan kali keruh ikut Dusun Pesahangan Rt 06 Rw 02 Desa Medayu, Kecamatan Watukumpul, Pemalang,” kata Darnawan kepada wartawan.

 

 

Awalnya, pada hari Minggu tanggal 12 maret 2017 sekira pukul 08.00 wib telah ditemukan mayat bayi perempuan yang berada di bawah jembatan sungai keruh ikut Dusun Pesahangan Rt 06 Rw 02 Desa Medayu, Watukumpul, Pemalang, korban ditemukan sudah meninggal dunia, pada saat di temukan korban berada di dalam tas ransel warna hitam hijau diselimuti selimut warna biru.

 

Menurut  keterangan saksi , pada saat kejadian saksi sedang mencari rumput di bawah jembatan sungai keruh, pada saat itu saksi melihat ada tas ransel warna hitam hijau tergeletak di rumput yang tertopang pipa saluran air dengan posisi tas menghadap ke barat dengan tali tas menghadap ke timur.

 

Selanjutnya saksi mencari anak sekolah  karena saksi mengira itu tas milik ana sekolah yang jatuh. Akhirnya saksi menemukan anak sekolah dan menanyakan apakah itu tas miliknya, karena itu bukan tas miliknya akhirnya saksi meminta tolong kepada anak tersebut untuk membuka tas ransel tersebut, pada saat tas dibuka saksi kaget ternyata didalam tas tersebut berisi bayi. Karena merasa takut saksi memanggil teman-temannya.

 

Selanjutnya saksi melaporkan kepada kades medayu. Selanjutnya kades medayu melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polsek Watukumpul. Dan membawa tas ransel yang berisi mayat bayi tersebut di bawa ke balai desa medayu. Setelah di lakukan olah TKP oleh personil polsek watukumpul selanjutnya tas ransel berisi bayi tersebut di bawa ke puskesmas watukumpul. Pada saat di periksa oleh dokter puskesmas watukumpul ditemukan leher bayi terlilit sarung bantal berwarna hijau, tali pusat atau placenta tidak ada, ujung talipusat di potong menggunakan benda tumpul, berat bayi 2,6 kg panjang 50 cm.

 

Guna pemeriksaan lebih lanjut korban dilakukan permintaan visum et repertum di RSU DR.ASHARI oleh tim DVI biddokkes polda jateng.

 

Saksi-saksi tersebut meliputi Sarinah Umur 50 Tahun, pekerjaan Buruh alamat desa loragung kec. Kandang serang kab. Pekalongan dan Dolah, umur 52 tahun, pekerjaan Buruh alamat desa loragung kec.Kandang Serang, Kab. Pekalongan.

 

 

Langkah – langkah yang telah diambil oleh anggota ident Polres Pemalang dan  Polsek Watukumpul adalah melaksanakan cek TKP, mengamankan dan identifikasi korban bersama petugas medis dari puskesmas watukumpul, mencatat saksi saksi, membuat Laporan guna disajikan kepada pimpinan dan koordinasi dengan tim DVI Polda Jateng. (Red-HJ99/Joko L).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here