Seorang Buruh di Watukumpul Setubuhi Adik Iparnya

8

Pemalang, Harianjateng.com – WN (34), seorang buruh di Dukuh Sempu, Desa Pagelaran RT 8/2 Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang diamankan polisi karena terbukti melakukan pencabulan terhadap Dahlia (nama samaran), adik iparnya yang masih di bawah umur dan baru tamat SMP, Senin (27/6/2017).

“Tindakan tak senonoh yang dilakukan WN terhadap Dahlia dilakukan 2 kali pada tanggal 26 Mei dan 9 Juni 2017 di kamar korban dan notabene rumah tersangka karena sudah setahun ini korban tinggal bersama tersangka,” jelas Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Akhwan Nadzirin, S.H., M.H.

Selama ini, WN memang perhatian dengan Dahlia, di samping statusnya sebagai adik tiri, orang tua Dahlia juga tidak mampu. Berbagai macam keperluan sekolah seperti uang saku, seragam, buku dan lain-lain dibiayai oleh tersangka.

WN, menurut AKP Akhwan,  juga sering antar jemput korban ke sekolah. Lama-lama timbul perasaan suka dalam diri WN terhadap Dahlia. Apalagi selama setahun terakhir ini, korban tinggal bersama tersangka. Padahal niat awal Dahlia ingin membantu istri WN (kakak korban) yang sedang hamil. Dengan bujuk rayu, akhirnya korban mau melayani nafsu bejad tersangka.

Tetangga yang merasa curiga dengan gelagat tak biasa dari WN dan Dahlia mengadukan hal tersebut kepada ayah korban, Dasran (67), yang tinggal di desa Medayu, kecamatan Watukumpul. Mereka takut  terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Mendengar berita tidak sedap dan ditegur ayahnya, Dahlia justru tidak terima. Ia, kemudian memberikan rincian barang-barang dan uang yang pernah diberikan WN kepadanya. Sang ayah justru curiga dengan kebaikan WN dan memintanya mengembalikan Dahlia kepadanya.

Saat  WN mengantarkan Dahlia ke rumahnya, Dasran, ditemani kepala desa Medayu, Darmawan (43), ketua RT, Muhammad Sukri (50), Sri Aningsih (27) dan tante korban, Dasri (35) menginterogasi WN. Saat diinterogasi, WN mengaku telah menyetubuhi Dahlia sebanyak 2 kali.

Mendengar pengakuan tersebut, Dasran tidak terima dan akhirnya melaporkan tersangka ke polisi.

“Karena perbuatannya tersebut, WN dijerat dengan UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2003 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maskimal 15 tahun,” tegas Kasat Reskrim.

Polisi telah mengamankan tersangka beserta barang bukti berupa secarik kertas rincian biaya sekolah dan operasional yang pernah diberikan WN kepada Dahlia.

Red-HJ99/ Joko Longkeyang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here