Santri Ponpes Hidayatul Qur’an Kaliwungu Menggelar Halal Bihalal

0
Sebagian Keluarga Besar Santri Hidayatul Quran dan Padepokan Harimau Putih bersama Drs.H.Ahmad Mujib Rohmat dan ibu Hj.siti marhamah

Kaliwungu, Harianjateng.com- Para santri Yayasan Pondok Pesantren Hidayatul Qur’an Kaliwungu menggelar acara Halal bi Halal, Jumat (30/06/2017) bertempat di gedung asrama 2 lantai pondok pesantren Hidayatul Qur’an Kaliwungu yang baru dibangun.

Acara tersebut juga bertepatan dengan pembukaan syawalan dan khoulnya simbah kiai guru Kaliwungu (Kiai Asyari). Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Padepokan Harimau Putih sekaligus wakil sekertaris Pagar Nusa Jawa Tengah Gus R. Muh Tommy Fadlurohman S.H Al-Hafidz, Kiai Dimyati Sumur (Ketua Bidang Pelatih) dan Gus R.M Sanaya Sholahudin Khumaidullah Al-Hafidz dari Pondok Pesantren APIK Kaliwungu (Ketua Dewan Marga), para santri, alumni dan pesilat Pagar Nusa Padepokan Lembaga Beladiri Indonesia “Harimau Putih”.

Suasana hari raya idhul fitri masih sangat kental dirasakan, terlebih acara tersebut diawali dengan pembacaan sholawat dan maulid diba’ yang sangat khas dengan corak pesantren Kaliwungu, dan dilanjutkan dengan pengajian umum yang diisi oleh Ketua Umum Padepokan Harimau Putih.

Gus Tommy dalam acara itu menyampaikan kepada para santri dan pendekar, bahwa momen yang sangat berharga ini hendaklah di isi dengan kegiatan – kegiatan yang positif. “Dimomen yang berharga ini mari kita bersama jadikanlah awal untuk melakukan hal-hal yang baik, tentunya yang bisa menambah keimanan kita kepada Allah SWT serta melahirkan ribuan prestasi dalam berbagai bidang dikehidupan”, ujarnya.

Lanjut Gus Tommy, Sebagai Pesilat Nahdlatul Ulama’ darah dan nyawa kita halal untuk membela kesatuan dan keutuhan NKRI, menjaga kebhinekaan, menghargai perbedaan, serta Para pesilat Harimau Putih wajib menjadi Pagar bagi NU (Nahdlatul Ulama’) dan Bangsa, serta wajib berkhidmat dan memuliakan ulama’.

Menurutnya, dalam hidup ada 2 hal yang tak akan terulang, satu waktu dan yang kedua adalah kesempatan. “Pumpung padang rembulane, pumpung jembar kalangane, lunyu-lunyu paneko, kanggo seba mengko sore, gunakanlah waktu sebaik mungkin sebelum datang waktu dimana kita tua dan waktu dimana kita menghadap sang pencipta, ayo kita semua melaju kencang, berlomba-lomba meningkatkan ibadah kita, meningkatkan prestasi kita, jangan pernah berputus asa, berjuanglah sepenuh hati dan penuh ikhlas,” jelasnya.

Gus Tommy berpesan kepada para santrinya, “santri itu harus belajar dari Gus Dur yang penuh dengan kehidupan yang sederhana dan toleran, belajar dari Gus Mus yang tidak pernah lelah dalam berkreatifitas, belajar dari Gus Maksum yang tak pernah berputus asa dalam berjuang, dan belajar dari simbah KH.Mahfudz Syarbini Almarhum (Bapak Qur’an Kaliwungu) tentang menjaga hati dan ketawadhu’an, mangano sakanane, turuno sak panggone, ngibadaho sak matine dan jangan pernah lupa untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT.
Saya juga berharap semoga setelah bangunan 2 lantai gedung asrama pondok Hidayatul Qur’an ini bisa menjadi salah satu rujukan untuk masyarakat yang ingin putranya belajar mengaji, menghafal Al-Quran dan berperestasi dalam pencak silat, khususnya masyarakat ekonomi menengah kebawah yang ingin mendidik anaknya menjadi anak yang sholeh. Meskipun bangunan asrama pondok pesantren tersebut belum selesai dan sangat sederhana semoga bisa menjadi awal lahirnya generasi muslim yang tangguh dalam mengahadapi pergolakan zaman dan menjadi tempat lahirnya kader-kader NU kedepan.”

Drs.H.Mujib Rohmat M.H (Dewan Pembina) Menambahkan, bahwa Pencak Silat Harimau Putih adalah budaya yang asli lahir dari kabupaten Kendal, merupakan warisan dari para alim Ulama’ Kaliwungu yang sangat kental akan nilai-nilai religius. Pencak Silat Harimau Putih dalam membangun generasi muda yang sehat tidaklah hanya cukup membangun kesehatan fisiknya saja, akan tetapi juga membangun kesehatan akal dan pemikiranya, sehat prilaku hidupnya, serta sehat nuraninya.

Menurutnya, diwaktu dewasa ini Medsos (Media Sosial) sangat riskan sekali, karena banyak fitnah dan perpecahan yang timbul karnanya, paham radikalisme pun juga semakin menjalar ke berbagai lapisan, puasa telah mengajarkan kita akan arti pentingnya kita dalam bersikap dan berucap, tidak cuma menahan lapar dan haus saja tapi juga mengajarkan kita untuk bisa lebih mengendalikan sikap kita dalam berinterksi sosial khususnya dimedia sosial.

Setelah sebulan menjalani ibadah puasa dibulan suci ramadhan yang penuh dengan maghfiroh dan rahmatnya, ibarat mesin motor kita ini dicleaning, dibersihkan dari hal-hal yang tidak bernilai positif dan kotoran-kotoran dibulan ramadhan, motor yang telah selesai diservice maka akan lebih enak dan nyaman serta bisa melaju kencang, begitulah juga dengan kita, setelah dibersihkan sebulan penuh maka dibulan syawal inilah kita lebih merasakan kenyaman dalam meningkatkan amaliah –amaliah postif, khusunya yang bisa menambah kedekatan kita kepada Allah SWT.

Kegiatan halal bihalal tersebut ditutup dengan do’a dari Kiai Dimyati Sumur dan Gus R.M Sanaya Sholahudin Khumaidullah Al-Hafidz, dan diakhiri dengan silaturahim kebeberapa tokoh, Ulama’ dan Umara’ di Kaliwungu.

Red-HJ99/Heri Susanto