SMK Tekmako Pemalang Gelar Drama Kolosal Pertempuran Sirayak Di HUT RI Ke:72

0

Pemalang, Harianjaten.com– Sebuah kehormatan dan kepercayaan untuk menggelar drama kolosal berdasarkan fakta sejarah perjuangan masyarakat Pemalang dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia merupakan tantangan tersendiri bagi keluarga besar SMK Tekmaco Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Ditemui di kantor SMK Tekmako, Marzuki Kepala Sekolah pada Rabu(16/08/2017) mengatakan, “mendapat tugas menggelar drama kolosal Pertempuran Sirayak yang akan dipertujukan sebelum upacara HUT RI Ke 47, Pertempuran Sirayak(sekarang berlokasi Jembatan Sirayak di Desa Jebed Utara, Kec. Taman) adalah pertempura masyarakat Pemalang dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia melawan Belanda yang terjadi pada Bulan September tahun 1947, drama kolosal tersebut menjadi sebuah tantangan tersendiri karena itu fakta sejarah yang akan digelar dalam waktu kurang lebih 15(lima belas menit) sebelum upacara detik-detik Upacara Kemedekaan RI Ke:72 akan dimulai di Alun-alun Pemalang, untuk itu kami harus langsung melakukan pencarian sekaligus bisa ketemu dengan pelaku sejarah atau paling tidak bisa ketemu dengan keluarga para pejuang yang terlibat langsung di Kabupaten Pemalang dan alhamdulillah berhasil menemukannya di wiliyah pungkuran, Kelurahan Kebondalem,” kata Marzuki.

Terkait dengan persiapan pagelaran drama kolosal tersebut sudah dipersiapkan secara matang oleh sang sutradara Alfaris Lukman yang juga guru SMK Tekmako,”ketika mendapat tuga tersebut kami langsung melakukan audensi ke kodim 0711/ Pemalang dan mendapatkan petunjuk agar menemui para pejuang yang terlebat langsung dalam pertempuran sirayak aatau setidaknya kelurganya dan sesuai petunjuk kami menemui Keluarga Veteran Noor Effendy, namun belio sudah wafat dan oleh putranya kami diberi buku Hizboellah Dan Sejarah Perjuangan Bangsa yang ditulis oleh A. Chalimi Fatchy Staf Batalyon I Hizbulla Resimen II Divisi Syarif Hidayatullah,” jelas Alfaris Lukman.

Alfaris juga menyampaikan, dari buku tersebut kami membuat skenario Drama Kolosal Pertempuran Sirayak yang terjadi pada Bulan September tahun 1947 di mana dalam pertempuran melawan penjajah Belanda, pasukan Hizbullah dibawah pimpinan Noor Effendy bersama tentara di bawah pimpinan Letda Solihin dan Letnan Muda Warmad mengadakan penghadangan di Jembatan Sirayak, (sekarang -Jebed utara, kec. Taman) dimulai dengan penghancuran jembatan sirayak pada malam, untuk menghalang-halangi konvoi pasukan Belanda, pagi harinya pasukan Belanda yang akan lewat jalan tersebut terhenti dan pada saat itulah pasukan Pimpinan Noor Effendy dan Letda Solihin menggempurnya terjadi pertempuran yang sangat dahsyat, kemudian Belanda mendapat bala bantuan yang dikerahkan dari Pemalang, melihat pertempuran tidak berimbang Noor Effendy menarik pasukannya wilayah selatan ke Sumur Geseng.

“pertempuran di seputar jembatan Sirayak sangat dahsyat akibat jembatan sirayak dihancurkan sehingga tentara Belanda marah, dengan mengerahkan bala bantuan yang bersenjatakan alat berat menggempur para pejuang, sehingga banyak pejuang yang gugur sebagai kusuma bangsa, demikian juga wilayah Sumur Geseng sebagai tempat menyingkirnya pasukan Hizbullah juga digempur secara terus menerus hampir 24 jam sehingga menjadi porak poranda,” jelas sang sutradara menggambarkannya.

Red-HJ99/Joko Longkeyang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here