Sekda Kendal Tinjau Lokasi Jembatan Bambu Penghubung Rejosari – Tunggulsari

10

Kendal, Harianjateng.com – Menyikapi aduan masyarakat di media sosial belum lama ini, Bupati Kendal dr Mirna Annisa, M.Si., memerintahkan Sekretaris Daerah Moh Toha, S.T., M.Si., untuk merespon cepat dengan mengecek kondisi jembatan bambu yang menghubungkan Desa Rejosari Kecamatan Ngampel dan Desa Tunggulsari Kecamatan Brangsong pada Selasa pagi (16/01/2018).

Dalam kunjungan mendadak tersebut Sekda didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Drs Muryono, S.H., M.Pd., Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataaan Ruang (DPUPR) Ir. Sapto Setiawan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Drs Sigit Sulistyo, M.M., Camat Ngampel Heru Purnomo RR, S.H., M.M. dan Kepala Desa Rejosari Qomarudin Abbas.

Saat kunjungan ke lokasi Sekda melihat jembatan tersebut sudah dalam kondisi baru diperbaiki. Menurut Kepala Desa Rejosari Qomarudin Abbas mengatakan bahwa jembatan sudah diperbaiki oleh warga secara bergotong royong. “Dalam bulan Desember 2017 lalu, jembatan ini sudah roboh dua kali, kami memperbaiki sesuai kemampuan kami. Untuk setiap kali perbaikan dibutuhkan kurang lebih anggaran sebesar dua setengah juta belum termasuk tenaga dan tukang,” jelasnya.

“Kami berharap jembatan ini segera diperbaiki karena menjadi akses penghubung ke sekolah SMP dan dua pasar yaitu Pasar Magangan dan Pasar Talang. Jika jembatan ini roboh maka warga Desa Tunggulsari Kecamatan Brangsong harus memutar sejauh 10 kilometer,” tambahnya.

Sementara itu Sekda Moh Toha merespon hal tersebut dengan menyampaikan beberapa solusi alternatif. “Yang jelas jembatan ini menjadi prioritas kami. DPUPR akan segera mengecek apakah sudah dianggarkan dalam APBN oleh Kementerian PUPR karena pada tahun 2017 lalu jembatan ini sudah disurvey oleh Tim Pusat. Jika belum teranggarkan di APBN, perbaikan jembatan ini akan ditangani oleh BPBD melalui pos anggaran tidak terduga karena bencana alam banjir,” jelas Sekda Toha.

Menurut Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Ir. Sapto Setiawan pihaknya akan segera mengecek ke pusat. “Selain jembatan ini, tim dari Kementerian PUPR juga sudah mensurvey kemungkinan jembatan penghubung Wonosari – Pidodo dan jembatan penghubung Cipluk Barat dan Timur. Jembatan sepanjang kurang lebih 55 meter ini direncanakan akan diperbaiki dengan konstruksi jembatan gantung dengan lebar 1,8 meter,” terangnya.

Red-HJ99/Heri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here