Pimpinan Pusat Padepokan LBI Harimau Putih Mengadakan Gemblengan Ilmu Hikmah dan Pengesahan Pelatih

0

Malang, Harianjateng.com- Pencak Silat NU Pagar Nusa Pimpinan Pusat Padepokan Lembaga Beladiri Indonesia Harimau Putih mengadakan Gemblengan Ilmu Hikmah dan Pengesahan Pelatih, Jumat (30/03/2018) bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Ulum 2 dibawah asuhan KH. Najib, Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung Malang Jawa timur.

Adapun acara tersebut di isi langsung oleh Gus R. Muh Tommy Fadlurohman selaku pengasuh Padepokan LBI Harimau Putih dari Kaliwungu Kendal Jawa Tengah dan di ikuti kurang lebihnya 50 peserta lainya.

Kegiatan tersebut diawali dengan acara tahlilan dan istighosah, yang selanjutnya di isi dengan gemblengan ilmu hikmah dan diakhiri dengan latihan bersama di lapangan Ponpes tersebut.

Dalam kesempatan itu Gus Tommy menyampaikan bahwa Harimau Putih adalah aliran pencak silat yang termasuk tertua di Pulau Jawa. “Harimau Putih termasuk pencak silat tertua karena bersumber dari prabu siliwangi, dan para wali serta ulama dan masyayikh Tanah Jawa. Sebut saja diantaranya Kyai Guru Kaliwungu (Kyai Asyari bin Kyai Ismail) kakaknya Kyai Ahmad Rifai (pahlawan nasional),” ujarnya.

Gus Tommy menambahkan, “Kyai Asyari adalah mursyid thoriqoh sattariyah dan merupakan guru dari Mbah Soleh darat Semarang, dimana diketahui secara bersama bahwa mbah soleh darat merupakan guru dari Hadratusyaikh KH. Hasyim Asyari pendiri NU dan KH. Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah. Oleh karenanya dengan menguri-nguri budaya pencak silat Harimau Putih kita termasuk menjaga warisan ulama nusantara.”

Gus tomy merupakan cucu langsung dari Kyai Guru Kaliwungu, beliau menuturkan secara yuridis harimau putih mulai dilembagakan tahun 2013, akan tetapi secara faktual perguruan ini mulai didirikan sekitar tahun 1980-an oleh abah KH. R. Istihar Mashadi yang tidak lain adalah ayahanda dari Gus tommy.

Dalam sejarahnya diterangakan bahwa dulu pernah mengalami fase percampuran berbagai aliran pencak silat sejak jaman Mataram Islam dan yang paling dominan adalah dijaman Ki Ageng Suropodo yang merupakan cucu dari Adipati Jiwo suto (bupati ke 1 Jepara) yang menjadi hakim dijaman Kanjeng Kaliwungu.

“Disetiap generasi gerak pencak silat selalu mengalami perubahan akan tetapi substansi dari pencak silat itulah yang tidak pernah berubah dan diwariskan dari turun temurun. Sedangkan dalam Harimau Putih sanad keilmuan mulai dari pencak silat sampai kepada kanuragan tenaga dalam dan ilmu hikmah sangat mutasil dan bersumber dari ulama dari berbagai nusantara,” lanjut Gus Tommy.

Gus Tommy juga menuturkan, “dengan kita belajar pencak silat Harimau Putih ingsallah disamping kita menjaga nilai-nailai budaya kita juga meneruskan perjuangan para ulama terdahulu dalam menyebarkan dakwah islamiyah.”

Kegiatan itu ditutup dengan menyanyikan lagu indonesia raya dan solwat badar.

Red-HJ99

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here