HUT Bank Jateng yang ke-55

0

Semarang, Harianjateng.com – Dalam rangka memperingati HUT ke-55 Tahun 2018, Bank Jateng menggelar kegiatan dan lomba yang diselenggarakan mulai tanggal 03 April 2018 – 28 April 2018, diantaranya Bhakti Sosial, Donor Darah, Ziarah, Upacara Bendera HUT, Tasyakuran, Jalan Sehat, Lomba Futsal, Lomba Pidato Bahasa Inggris tentang Kinerja Bank Jateng, Lomba Dance Maumere, Lomba Kampung Bola Bank Jateng, Lomba Bank Jateng Idol, Lomba Tenis Meja, Funbike, Gathering Golf Bank Jateng dan Pagelaran Wayang Kulit

Dikatakan oleh Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno, momen ulang tahun Bank Jateng diharapkan bisa dijadikan momen bagi karyawan untuk terus kerja berprestasi membawa nama baik perusahaan. “Kami akan terus tingkatkan pelayanan dengan membangun inovasi agar tetap menjaga prestasi,” ujarnya kepada rekan media, Jumat (06/04/2018) bertempat di kantor Bank Jateng Semaran, Jawa Tengah.

Supriyatno juga mengatakan, “bahwa Peringatan HUT telah menjadi tradisi yang baik, sebagai momentum refleksi diri (setf refl.ection) atas perjalanan yang telah kita lewati dan harapan yang akan kita wujudkan bersama. Tidak adahalyang lebih membahagiakan kita semua, selain kenyataan bahwa Bank Jateng di usia yang ke-55 tahun, telah tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan yang terkemuka.”

Lanjut dia, menurutnya kinerja keuangan Bank Jateng selama 4 tahun terakhir, tercatat selalu tumbuh mengungguli rata-rata industri. Outlet layanan Bank Jateng tidak hanya tersebar diseluruh wilayah Jawa Tengah, namun juga telah memiliki jaringan di DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Jumlah nasabah dan layanan Bank Jateng juga terus berkembang, menjadikan Bank Jateng sebagai salah satu bank pilihan utama nasabah. Hasil survey oleh Indo research menempatkan Bank Jateng sebagai merk bank daerah yang menjadi pilihan konsumen di Jawa Tengah dan memperoleh penghargaan sebagai Satria Brand Award 2017,” ungkap Supriyatno.

Saat ini Bank Jateng juga sebagai perusahaan yang terdaftar di bwsa (isted company), setelah sukses dalam emisi Obligasi Subordinasi I Tahun 2015, Medium Term Note (MTN) I Tahun 2017, dan MTN Syariah Mudharabah I Tahun 2017, dengan perolehan dana sebesar Rp 1,5 Triliun. Kita patut berbangga pada setiap penawaran surat berharga Bank Jateng mampu menarik minat investor dengan kelebihan permintaan (overscribe) rata-rata 1,65 kali. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor yang sangat tinggi terhadap Bank Jateng, yang saat ini memiliki rating.

Pada tahun 2018 ini Bank Jateng telah ditetapkan oleh OJK naik kelas sebagai Bank Umum kategori BUKU-3 dengan modal inti lebih dari Rp 5 triliun. Pencapaian status sebagai BUKU-3, merupakan bukti pengakuan Bank Jateng yang tumbuh semakin besar.

Program transformasi Bank Jateng ke depan, diarahkan pada pencapaian target aset minimal Rp 100 triliun pada tahun 2020. Inovasi dan efisiensi serta kecepatan (speedy) menjadi kunci utama untuk mewujudkan rencana besar tersebut. Kegiatan bisnis harus lebih fokus dengan prioritas yang lebih jelas. Produk dan layanan konsumer tetap menjadi engine utama dalam growth of profitability.

Sedangkan segmen komersial, korporasi dan syariah, harus menjadi mesin utama perfumbuhan bisnis. Secara khusus, persiapan spin off unit usaha syariah (UUS) agar lebih cepat lagi, baik melalui strategic partnership maupun bentuk aksi korporasi lainnya. Saat ini, Bank Jateng telah mulai dan akan terus fokus dalam pengembangan layanan perbankan digital (digital banking), pada seluruh aspek layanan dan operasional. Bank Jateng harus terus berbenah dalam memberikan layanan yang paripurn (service excellent) bagi para nasabah dan masyarakat.

Supriyatno menambahkan, “Bank Jateng harus pro aktif untuk memperkaya layanan sesuai kebutuhan nasabah yang kian hari semakin menuntut model bisnis yang mobile, cepat dan ringkas. Layanan berbasis digital telah banyak tersedia di pasar. Kita berikan kesempatan untuk melakukan pengembangan secara internal. Namun demikian, kita tidak bisa menunda waktu lagi. Jika masih ada keterbatasan internal, kita harus “bergerak cepat” untuk mengejar ketertinggalan dari kebutuhan pasar. Di bidang organisasi akan dilakukan tata ulang sesuai fokus bisnis, agar dapat merespon kondisi pasar.”

“Dalam pengembangan SDM, akan diarahkan pada penyiapan talent dan kader yang memiliki karalcter pimpinan dan entrepreneurship yang handal. Selain memiliki kemampuan analitis, para talent harus bisa mengakselerasi organisasi, mengurai masalah, dan menggerakkan team, sehingga mampu menangkap peluang dengan jeli dan responsif. Untuk itu, kami sedang mempersiapkan unfuk memberi kesempatan Bea Siswa program Magister pada universitas terkemuka, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” tutup Supriyatno.

Red-HJ99/Heri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here