Sinergi Babinsa bersama PPL dan Ketua Poktani, Cek Uji Kesuburan Tanah di Desa Bogor

0

Klaten, Harianjateng.com – Untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah, Babinsa bersinergi dengan PPL Kecamatan dan Kelompok Tani cek uji kesuburan tanah dengan PH Meter tanah di Desa Bogor Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten, Kamis ( 26/04/2018).

Babinsa Koramil 20 Cawas Serka Sriyono dan Sertu Edi S bersama Dalijo PPL Cawas serta para petani berupaya untuk mengetahui kesuburan tanah di wilayah Desa Bogor,

ternyata kesuburan tanah tidak hanya dilihat dari kegemburannya saja, masih ada faktor lain yang mempengaruhi tingkat kesuburan tanah. Seperti suhu pada tanah, intensitas cahaya tanah, kadar air pada tanah dan parameter yang paling berpengaruh pada kesuburan tanah yaitu PH tanah. Untuk itu petani harus mengetahui hubungan PH tanah dengan kesuburan tanah.

Bapak Dalijo menjelaskan bahwa PH tanah sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanah. “Untuk tanah yang memiliki nilai PH rendah atau asam akan lebih berpotensi memiliki ion-ion Aluminum yang memfiksasi atau mengikat salah satu unsur penting yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman yaitu unsur Fosfor (P),” ujarnya

Lanjut Dalijo , tidak hanya itu, bila nilai PH rendah dapat juga mengakibatkan tanaman kekurangan unsur hara Nitrogen yang akan berdampak pada pertumbuhan tanaman. Hal ini dapat dilihan dari bawah daun yang akan menguning karena kekurangan klorofil dan setelah itu daun akan mengering bahkan rontok.

Dalijo juga menambahkan, “setelah mengetahui sedikit dampak buruk akibat nilai PH yang rendah bukan berarti petani harus meningkatkan nilai PH secara terus menerus. Hal itu juga tidak bagus untuk kesuburan tanah karena nilai PH yang berlebihan atau basa juga memiliki dampak buruk bagi kelangsungan pertumbuhan tanaman.”

Menurut Dalijo, salah satu dampak buruk akibat tanah yang basah ialah unsur hara mikro menjadi terbatas atau bahkan kurang bagi tanaman dan akhirnya Fosfor (P) akan diendapkan oleh Kalsium (Ca). Hal itu juga akan berdampak pada aktivitas bakteri yang menjadi rendah, proses nitrifikasi menurun dan kekurangan unsur hara mikro lainnya.

Maka tanah yang paling baik atau memiliki kesuburan tinggi yaitu tanah yang memiliki nilai PH 7 atau setidaknya berkisar antara 6,0 sampai 6,5. dengan tanah yang memiliki kesuburan tinggi akan meningkatkan kualitas tanaman itu sendiri.

Memang untuk mengetahui nilai PH dari suatu tanah tidak dapat dilakukan tanpa adanya proses pengukuran. Karena itu  dapat dilakukan pengukuran PH Tanah dengan menggunakan PH Meter tanah yang akan lebih memudahkan dalam mencari informasi mengenai nilai PH tanah.

Di Desa Bogor setelah di Cek PHnya antara 5,5 sampai 6,5  termasuk harus di tingkatkan dalam pemberian Dolmit atau sejenis kapur.

Babinsa Koramil 20 Cawas Serka Sriyono berharap, “setelah petani mengetahui PH tanah di sini agar dalam pemupukan harus benar-benar  di perhatikan, agar keseimbangan dalam pemberian pupuk serta di tingkatkan lagi dalam pemberian Dolmit atau kapur paling tidak PH nya menjadi 6.5 sampai dengan 7,0 sehingga hasil panen lebih maksimal,” jelasnya.

Red-HJ99/Aris

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here