Tidak Menghiraukan Musdalub, Ferry Tetap Fokus Penguatan Organisasi

0
92

Semarang, Harianjateng.com – Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) yang dilakukan oleh beberapa Anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Tengah di Hotel Dafam pada Jumat-Sabtu (11-12/05/2018) kemarin dianggap ilegal.

Hal itulah yang di sampaikan oleh Ferry Firmawan selaku Ketua Hipmi Jawa Tengah periode 2017-2020. Menurut Ferry, saat ini Hipmi Jateng tetap fokus pada penguatan dan pengembangan organisasi dan terus mengkonsolidasikan organisasi bersama BPC Hipmi Kabupaten/Kota seluruh Jawa Tengah.

“Musdalub yang digelar itu ilegal, Kepengurusan Hipmi jateng tetap solid dan kompak dan fokus merealisasikan program kerja organisasi, agar Hipmi dapat bermanfaat bagi Pengusaha Muda di Jawa Tengah,” kata Ferry kepada rekan media, Minggu (13/05/2018).

Ferry menambahkan, Hipmi memiliki mekanisme organisasi, sebagai organisasi perkaderan yang aspiratif yang sudah lama mengabdi untuk kemandirian ekonomi rakyat. Hipmi adalah organisasi profesional dengan AD/ART sebagai konstitusi organisasi yang menjadi acuan mekanisme dalam berorganisasi.

“Silahkan berikan kepada kami kritik yang konstruktif serta masukan apapun yang baik yang bersifat positif untuk kemajuan organisasi, kami terima sebagai referensi dan intropeksi dalam menjalankan amanah sebagai Ketua Umum HIPMI Jawa Tengah terpilih periode 2017-2020,” tutur Ferry.

Ferry juga menjelaskan, tidak terlalu banyak merespon Musdalub yang di gelar kemarin, karena musdalub itu ilegal, segala kegiatan organisasi hanya bisa dilakukan pasca berlangsungnya prosesi pelantikan oleh Badan Pengurus HIPMI Pusat.

Perlu diketahui, Ferry Firmawan terpilih sebagai ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jateng periode 2017-2020. Keterpilihannya setelah melalui proses panjang Musda XIV HIPMI Jawa Tengah tahun 2017.

“Saya terpilih sebagai Ketua Umum HIPMI Jateng secara syah sebagai amanah musda XIV, saya tegaskan sekali lagi, Musdalub yang di gelar kemarin itu ilegal dan tanpa prosedur serta keluar dari mekanisme organisasi” Pungkas Ferry Firmawan.

Sementara itu ketua BPC Hipmi Kendal Nanang Husni Faruk juga menyampaikan, “kami pengurus BPC masih solid untuk mendukung dan mengamankan hasil Musda XIV BPD Hipmi Jateng kerena itu konstitusional sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) organisasi HIPMI khusus nya Pasal 13 tentang Musyawarah Daerah. Kami juga menghimbau kepada anggota HIPMI khususnya Jateng, dalam menjalankan organisasi hendaknya berpedoman pada AD/ART sebagai aturan tertinggi organisasi. Musda adalah forum tertinggi dalam pengambilan kebijakan kepengurusan ditingkat daerah dan sudah memutuskan saudara Ferry Firmawan sebagai ketua terpilih. Hendaknya semua pihak harus menghormati keputusan tersebut dan berjiwa besar untuk memberikan kesempatan menjalankan roda organisasi.”

Haizul Maarif Ketua BPC Hipmi Jepara juga anggkat bicara. “Hipmi adalah tempat para pengusaha muda Indonesia untuk mengabdi, baik kepada masyarakat, bangsa dan negara. Kepada segenap pengurus dan anggota Hipmi di Jateng hendaknya mengutamakan kepentingan umum organisasi dan jauhkan kepentingan pribadi. Dan pengurus BPD dan BPC se-Jateng tetap solid jangan terpengaruh dengan pihak-pihak yang ingin melihat HIPMI Jateng tidak maju, hanya karena masalah ketidakterwakilan dalam kepengurusan maupun masalah pribadi antar pengurus yang menjadikan Hipmi Jateng tidak solid. Mari satukan visi misi demi marwah dan terwujudnya cita-cita HIPMI,” ucapnya.

Red-HJ99/Ovan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here