Buka Puasa Bersama, Pemuda Desa Magelung Dialog dengan Pengasuh Ponpes Hidayatul Quran Menangkal Radikalisme dan Berita Hoax

0
105

Kendal, Harianjateng.com– Pemuda Desa Magelung menggelar buka puasa bersama dan silaturahim dengan pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Quran Kaliwungu, Jumat (25/05/2018) bertempat di warung angkringan Mas Sutomo Dukuh Sigro Bayan, Desa Magelung, Kaliwungu Selatan, Kendal, Jawa Tengah.

Hadir dalam acara tersebut, Ngatno selaku Ketua Karang Taruna, Gus Tommy, S.H., pengasuh Ponpes Hidayatul Quran, Kiai Muslimin, para Perangkat desa dan para pemuda Desa Magelung.

Dalam sambutannya, Ngatno menyampaikan banyak terimakasih kepada para tokoh yang hadir. “Saya mewakili pemuda Desa Magelung mengucapkan terima kasih atas kehadiran kawan-kawan pemuda, para tokoh dan perangkat desa. Dan saya sampaikan juga terima kasih kepada Gus Tommy yang sudah bekenan menghadiri acara ini. Mari kita menjalin hubungan silaturahmi dengan rasa yang ikhlas,” ujarnya.

Ngatno juga menambahkan, “sebagai pemuda kita semua wajib mendorong dan memajukan Desa kita untuk menjadi lebih baik. Dan sebagai pemuda kita harus mewaspadai gerakan – gerakan radikalisme dan peredaran gelap narkoba, karena hal itu bisa menghancurkan masa depan kita bersama. Maka dari itu, dengan adanya forum seperti ini kita bisa mempererat tali persaudaraan untuk saling Asah Asih Asuh untuk melawan pergerakan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Gus Tommy juga menyampaikan, “diera zaman saat ini kita sangat prihatin tentang kondisi berbagai permasalahan yang timbul dimasyarakat, khususnya yang terjadi pada generasi muda kita, banyak pemuda kehilangan jati diri dan arah tujuan hidup, padahal pemuda adalah kunci utama dalam membangun sebuah daerah.”

Lanjut Gus Tommy, Arus informasi yang sangat cepat yang menjadikan kita terkadang kewalahan dalam menyaring informasi, banyak berita hoax menyebar dan meracuni para generasi muda, sehingga lahir kenakalan kenakalan, contoh saja seperti bentrokan pemuda, mabuk mabukan, narkoba atau bahkan pergaulan bebas, yang mana akhirnya citra dan masa depan pemuda akan hancur. Hal inilah yang menjadi ketakutan/paranoid bagi mayoritas masyarakat kita.

“Tentunya kejadian tersebut bukan suatu hal yang kita inginkan, oleh karena itu ada beberapa langkah yang bisa kita terapkan guna untuk pencegahannya. Pertama, kita harus sering mengingatkan bahwa tantangan zaman semakin kompleks, persaingan juga semakin ketat, jadi pemuda kita harus cancut taliwondo dan benar benar mempersiapkan diri untuk masa depan,” terang Gus Tommy yang juga Pengasuh Padepokan Harimau Putih Kaliwungu.

Kedua, Kata Gus Tomy, sebagai pemuda kita harus aktif di media sosial (Medsos) khususnya group Facebook (FB) Desa Magelung harus menjadi filter dan pelurus berita-berita hoax yang tersebar, tidak hanya sekedar menyebar dan menerima informasi, akan tetapi harus jeli dan benar-benar tahu dari mana sumber informasi berita tersebut. Dan ketiga, jalin komunikasi yang baik diantara pemuda dan generasi sebelumnya serta kepada lapisan masyarakat, agar tidak mudah terjadinya konflik.

“Terakhir yaitu mengisi waktu pemuda dengan kegiatan yang positif, misalnya ikut pencak silat Harimau Putih digenerasi muda, karena itu salah satu melestarikan budaya bangsa kita sendiri, yang mana Harimau Putih merupakan budaya asli Kaliwungu,” tutup Gus Tommy

Acara diakhiri dengan pembacaan doa oleh Kiai Muslimin, kemudian berbuka puasa bersama dilanjut dengan sholat maghrib berjamaah.

Red-HJ99/Heri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here