Bupati Pemalang HM. Junaedi : Masyarakat Harus Bisa Menghindari Berita Hoak

0
63

Pemalang, Harianjateng.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang melakukan Tarwih dan Silarokhim (Tarkhim) pada bulan suci Ramadhan 1439 H/2018. Pada kali ini Pemkab Pemalang menyambagi warga Desa Watukumpul bertujuan untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniah dalam mengisi bulan Ramadhan.

“Kita sesama warga negara harus  saling berkomunikasi antara pejabat pemerintah, ulama, umaroh dan masyarakat agar segala informasi bisa tersampaikan sehingga permasalah apapun bisa di ketahui dan kondusifitas wilayah di Kabupaten Pemalang tetap tejaga,” kata HM. Junaedi, S.H., M.M., Bupati Pemalang pada Rabu (30/05/2018 ) dalam sambutannya di Masjid Raudlatul  Mutaqin Desa/Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang saat safari Ramadhan dihadapan 500 orang yang hadir tersebut.

Terkait dengan isu yang berkembang saat ini, Bupati Pemalang juga mengajak masyarakat Pemalang untuk menyikapinya dengan kewaspadaan. “Maraknya isu yang berkembang saat ini, baik di media elektronik, cetak maupun sosial saat ini banyak berita hoax. Untuk itu kita harus bisa memilah dan memilih, mana berita yang benar dan mana yang hoax, sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” tuturnya.

Tidak hanya itu, lanjut Bupati, “kita harus tingkatkan kewaspadaan dalam menjaga lingkungan kita bila ada kegiatan yang ganjil agar segera melaporkan kepada polsek atau Koramil apalagi tentang isu politik karena kita akan masuk tahun politik yang pada waktu dekat akan di adakan pilkada, Pilkades serentak, pemilu legislatif dan presiden saya harapkan kita semua dapat menjaga persatuan kita meskipun berbeda pandangan politik.”

Tarkhim yang dihadiri oleh A. Fatah (Asisten 1 Bupati Pemalang). Ka OPD (organisasi pimpinan daerah) Kabupaten Pemalang, Muspika Kecamatan Watukumpul, Kades se -Kec Watukumpul, Ibu Erna setyowati (Ketua Tim Penggerak PKK Kab Pemalang), Toga dan Tomas Desa Watukumpul dimulai pukul 17.30 Wib  diawali dengan memberikan santunan kepada anak yatim piatu, keluarga tidak mampu dan santunan orang cacat permanen oleh Bupati Pemalang.

Setelah pemberian santunan kemudian dilanjukan dengan melaksanakan Maghrib,  Isya, Tarawih berjamaah dan Tausyiyah Ramadhan oleh Ustadz Ibnu Susanto.

Dalam ceramahnya Ibnu Susanto
menyampaikan, “kita berpuasa untuk membedakan dengan yang di lakukan oleh Yahudi dan Majusi, karena kita bisa menahan nafsu. Dan berpuasa pada bulan Ramadhan ini menjadi pelajaran kita dalam  menjalani kehidupan di dunia dan tentunya untuk bekal di akherat kelak.”

Red-HJ99/Joko Longkeyang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here