IPNU IPPNU PAC Kaliwungu Dialog Sejarah dan Ngaji Kebangsaan dengan Gus Tommy

33
270

Kendal, Harianjateng.com- Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Kecamatan Kaliwungu bekerjasama dengan Ikatan Remja Masyarakat Kaliwungu (IRMAKA) menggelar kegiatan dialog Ramadhan dengan tema “Ngaji dan Bedah Sejarah Kaliwungu bersama Gus Tommy”, Sabtu (02/06/2018) bertempat di masjid besar Almutaqin Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.

Acara tersebut diawali dengan bersholawat bersama yang diiringi musik rebana dari Grup Rebana Al Badar, dan dilanjut dengan Menyanyikan Lagu Indonesia raya dan Ya Lal Wathon.

Ustad Nur Fuadz mewakili pengurus masjid besar Almutaqin Kaliwungu dan IRMAKA dalam sambutannya yang pertama menyampaikan, “saya sangat bangga dan senang dengan remaja saat ini , khususnya yang tergabung dalam IPNU IPPNU maupun IRMAKA, kare na sangat antusias dan semangat untuk hadir dalam kegiatan dimasjid Almutaqin, bahkan jumlahnya membludak dan lebih dari seratus remaja.”

Saat memasuki sesi dialog, Gus Tommy membedah beberapa hal terkait tentang sejara Kaliwungu diantaranya yaitu, pertama, Kabupaten Kaliwungu ada sejak jaman Demak Bintoro berdiri kurang lebihnya tahun 1601 M. Kedua, ada tokoh sebelum Sunan Katong di Kaliwungu, yakni Sayyid Robbi Binur atau dikenal dengan nama mbah Wali Biru.

Dan yang Ketiga, kata Gus tommy, “Sunan Katong dan Pakuwojo adalah Guru dan Murid, dan sejarah sesunguhnya tentang perang yang dimaksud adalah perang Argumen tentang Aqidah dan keyakinan, tidak terjadi saling bunuh seperti yang dipahami oleh banyak masyarakat, dan ternyata isu yang menyebar adalah politik devida et empera yang digunakan belanda saat masa itu dalam memecah belah persatuan islam di kaliwungu. Keempat, Pakuwojo memiliki anak yang bernama Ki Ageng Sulangsih yang makamnya ada di Limpung Kabupaten Batang.”

“Di dalam memahami sejarah seorang akademisi harus memiliki bukti nyata serta tidak menggunakan hal gaib seperti mimpi atau karomahan dalam menerangkan tentang sejarah. Tetapi harus berdasarkan fakta-fakta yang lain yang insAllah akan di jelaskan secara mendetail di buku karya saya yang ke- 2 setelah buku yang berjudul Kaliwungu Buminya Para Kiai,” ungkap Gus Tommy, S.H.

Antusias peserta Kegiatan sangat luar biasa, bisa dilihat dari aktifnya peserta dengan beberapa pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan kepada Gus Tommy. Dan kegiatan itu diakhiri dengan doa bersama untuk NKRI dan kader muda Nahdlatul Ulama agar semakin kuat.

Red-HJ99/Heri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here