Perkembangan Industri Jasa Keuangan di Jawa Tengah Semakin Membaik

0
70

Semarang, Harianjateng.com- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selenggarakan kegiatan dengan tema “Buka Puasa dan Ngobrol Bareng Wartawan” yang membahas mengenai perkembangan industri jasa keuangan di Jawa Tengah dan DIY, Senin (04/06/2018) bertempat Lestoran XO Suki Jln Letnan Jenderal S. Parman Semarang, Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY Bambang Kiswono menyampaikan bahwa sektor Perbankan Jawa Tengah pada posisi April 2018 mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan dan di nilai positif, terlihat dari pertumbuhan aset mencapai 402,23 Triliun atau tumbuh sebesar 9,38% YOY, kredit 283,90 triliun atau tumbuh sebesar 8, 89%YOY dan dana pihak ketiga Rp. 299,25 triliun atau tumbuh sebesar 11,89%YOY.

Sedangkan secara nasional aset, lanjut Bambang Kiswono, kredit dan dana pihak ketiga masing masing tumbuh sebesar 9,32%, 8,98% dan 8,13%YOY. Pertumbuhan kredit di Jawa Tengah ini diikuti dengan kualitas kredit yang lebih baik tercermin dari rasio NPL sebesar 2,77% dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebesar 3,66% YOY. Selain itu, rasio NPL di Jawa Tengah per April 2018 tercatat lebih rendah dibandingkan NPL Nasional yang tercatat sebesar 2, 89%.

Disisi lain, perbankan Syariah di Jawa Tengah pun mengalami pertumbuhan yang menggembirakan, posisi April 2018 jumlah pembiayaan yang disalurkan tercatat sebesar 18,89 triliun atau mengalami pertumbuhan 16,50% YOY, dengan share terhadap nasional tercatat sebesar 6,66%. Adapun NPF pembiayaan di Jawa Tengah tercatat sebesar 3,34% atau lebih rendah di Bandingkan NPF Nasional yang tercatat sebesar 4, 27%.

Secara terperinci, Bambang menambahkan, “penyaluran kredit di Jawa Tengah per jenis penggunaan paling banyak digunakan untuk kredit modal kerja sebesar 152,13 triliun atau tumbuh sebesar 9,27% dan memiliki share sebesar 53,58% dari total keseluruhan kredit.”

Selain itu, kata Bambang, perkembangan kredit usaha rakyat (KUR) di Jawa Tengah per 30 April 2018 sebesar 8,34 triliun atau memiliki share sebesar 18,55% dari realisasi KUR Nasional yang mencapai 45 triliun.

Disisi lain, di sektor pasar modal sendiri, pada posisi April 2018 jumlah single investor Identity (SID) di Jawa Tengah tercatat sebanyak 63,030 atau tumbuh 21, 96%YOY, dengan nilai transaksi saham sebesar Rp. 5,92 triliun. Jumlah Emiten di Jawa Tengah ada 6 dan 1 Emitan Obligasi yaitu Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul TBK (SIDO), PT Sri Rejeki Isman Textile Tbk (SRIL), PT Duaputra Utama Makmur Tbk (DPUM), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (SMNUF), dan PT Prima Cakrawala Abadi (PCAR), PT. Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) dan Bank Jateng sebagai Emiten Obligasi Subordinasi.

Selanjutnya, perkembangan sektor jasa keuangan non bank atau IKNB di Jawa Tengah Posisi April 2018 aset dana pensiun tercatat 4,65 triliun dengan share terhadap nasional 1,77% sedangkan nilai investasi sebesar 4, 63 triliun dengan share secara nasional sebesar 1,81%. Sedangkan dari perusahaan pembiayaan, nilai piutang perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 46,85 triliun dengan share terhadap nasional sebesar 10,71% dan NPF yang hanya sebesar 1,21% lebih rendah dibanding nasional yang sebesar 3,01%.

Lebih jauhnya, tren pembiayaan baru melalui Peer-to-Peer Lending Financial Technology (Fintech) berkembang cukup signifikan dimana dengan sampai per Mei 2018 terdapat 51 perusahaan terdaftar berizin (1 berizin).

Dari sisi outstanding pembiayaan tercatat sebesar 338, 89 miliar yang terdiri dari 74.654 orang jumlah meminjam dengan transaksi sebesar dengan sisi pemberi pinjaman permatet 2018 tercatat sebesar 79,61 miliar dengan jumlah lender sebanyak 11.721 orang.

“Sebagai bagian dari fungsi OJK dalam melindungi konsumen, penyelesaian pengaduan konsumen masih menjadi salah satu Fokus perhatian OJK Diamana berdasarkan data Maret 2018, jumlah pengaduan konsumen yang masuk pada OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY mencapai 167 pengaduan, dengan pengaduan tertinggi kepada bang umum sebanyak 104 pengaduan (62%) dan Jumlah pengaduan yang sudah selesai sebanyak 146 pengaduan (87%) dan sisanya masih dalam proses klarifikasi,” ungkap Bambang.

Red-HJ99/Heri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here