DPD Pekat IB Kendal Gelar Seminar, Menangkal Berita Hoax dan Gerakan Radikalisme serta Pembekalan P4GN

0
58

Kendal, Harianjateng.com– Dewan Pimpinan Daerah (Pekat IB) Kendal menggelar kegiatan seminar dengan tema, “Peran Pemuda Menangkal Gerakan Radikalisme dan Berita Hoax serta Pembekalan Pencegahan, Pembrantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)”, Minggu (10/06/2018) bertempat di Kedai Kopi Medan Cabang Kendal, Jawa Tengah.

Hadir dalam acara tersebut, Pembina Pekat IB Kendal Bapak Purwandi, Teguh Udianto, M. Hidayatullah, Ketua DPD Pekat IB Kendal Gus Muhammad Ilyas, S.H. beserta dengan pengurus dan anggotanya, serta Ketua DPD KNPI Kendal Husni Nanang Faruk. Dan hadir sebagai narasumber Gus Tommy Fadluroman, S.H., dari Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Quran sekaligus Pengasuh Padepokan Pencak Silat Harimau Putih dan Gus Muhamad Ilyas, S.H.

Acara tersebut diikuti mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Kendal Cabang Walisongo, Cabang Undip, Cabang Unnes, DPD KNPI Kendal, PC IPNU Kendal, Wadah Santri Indonesia cabang Kendaldan mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Kendal Yogyakarta (Imkey).

Pembina DPD Pekat IB Kendal Bapak Purwandi juga menyampaikan bahwa radikalisme dan berita hoax serta peredaran gelap narkoba bisa mempecah belah bangsa, maka dari itu ia meminta para mahasiswa harus lebih paham dalam menyikapinya, agar tidak mudah dipecah belah dan diadu domba.

Masuk dalam sesi pemaparan, Gus Tommy yang menyampaikan tentang menangkal berita hoax dan Radikalisme memaparkan bahwa diera milineal ini harus berhati-hati dalam menggunakan sosial media, karena penyebaran berita hoax dan gerakan Radikalisme sangat mudah dalam penyebarannya.

Gus Tommy juga menghimbau agar dalam menggunakan Media Sosial harus dibaca terlebih dahulu berita hoax atau bukan dan harus memahami ini ajakan radikal atau bukan. “Baca dulu isi beritanya serta sumbernya dari mana, jika di dalamnya terdapat Judul yang bombastis serta di bawahnya ada tulisan bagikan keteman teman anda, serta narasumbernya tidak jelas, itu patut kita selidiki dan kita cari tahu terlebih dahulu sembernya dari mana medianya apa? Agar kita tidak mudah terhasut oleh berita – berita hoax dan ajakan radikalisme yang ingin mempecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta,” ungkapnya.

Gus Tommy juga menerangkan bahwa berita hoax itu sudah menyerang kita sejak zaman dulu. “Seperti cerita Sunan Katong dan Paku Wojo di Kaliwungu bahwa beliau berkelahi dan saling membunuh, padahal mereka adalah murid dan guru, logikanya mereka murid dan guru pasti akan berjuang untuk menuju kemasyalahatan bersama. Cerita Itu dibuat akal-akalannya para penjajah saja menyebarkan berita hoax agar dianggap para pemimpin kita saja saling bunuh membunuh, bertujuan supaya lebih mudah menaklukkan negara kita,” katanya.

Gus Tommy berharap kepada para mahasiswa, “sebagai generasi muda juga harus berperan aktif di sosial media untuk memberitakan kegiatan – kegiatan maupun informasi positif serta mengawasi gerakan Radikalisme yang disampaikan.”

Sementara itu Gus Ilyas sebelum memaparkan materinya, ia mengajak seluruh peserta dan seluruh yang hadir untuk menyanyikan lagu “Indonesia Tanah Air Beta” diharapkan seluruh yang hadir dalam kegiatan itu dapat merasakan begitu hebatnya dan mulianya negara Indonesia sejak dulu, serta untuk menambah tanah cita terhadap tanah air Indonesia.

Dalam pemaparannya Gus Ilyas yang menyampaikan tentang pembekalan P4GN menyampaikan, “narkoba adalah musuh yang nyata buat negara kita, mengancam generasi muda kita dengan merenggut masa depan bahkan nyawa sekalipun. Sangat memprihatikan sekali jika generasi muda kurang mengenali atau bahkan menggunakan bahan terlarang tersebut karena bisa dipastikan masa depannya akan hancur, dan akan berimbas buruk baik di lingkungan keluarga, masyarakat bahkan ke negara tercinta kita,” ujarnya.

Gus Ilyas juga mengajak mahasiswa dan mahasiswi untuk ikut serta dalam memberikan informasi terkait tentang penyalahgunaan Narkoba.

Usai pemaparan dari narasumber acara dihentikan sementara karena mengingat sudah waktunya berbuka puasa.

Setelah berbuka puasa bersama dan sholat Maghrib acara dilanjutkan dengan diskusi saling tanya jawab. Acara diakhiri dengan doa penutup dan foto bersama.

Red-HJ99/Heri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here