PC NU Kendal dan PD Muhammadiyah Gelar Silaturahmi

0

Kendal, Harianjateng.com– Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Kendal bersama dengan Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kendal menggelar silaturahmi dan Halal Bihalal, Minggu (15/07/2018) bertempat di Gedung Pertemuan DPRD Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Acara yang di difasilitasi oleh DPRD Kabupaten Kendal tersebut, dihadiri oleh Ketua NU Cabang Kendal KH Muhammad Danial Royyan beserta dengan jajarannya, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kendal, Bapak Kiai Muslim beserta dengan jajarannya, wakil Bupati Kendal Masrur Masykur, Ketua DPRD Kendal H. Prapto Utono beserta dengan jajarannya, serta warga masyarakat Kabupaten Kendal. Dan hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut yaitu Prof. M Mahfud MD.

Acara diawali dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya kemudian dilanjukan sambutan dari Ketua NU dan Muhammadiyah Kendal.

Ada hal yang menarik dalam acara tersebut, yaitu lagu mars Nu dinyanyikan oleh siswa-siswi dari Sekolahan Muhammadiyah, sedangkan lagu mars Muhammadiyah dinyanyikan oleh siswa-siswi Ma’arif NU.

Hal tersebut merupakan tradisi sebagai bentuk ukhuwah islamiyah yang sangat baik sesuai pesan dari kedua tokohnya yaitu K. H. Hasyim Ashary (NU) dan K. H. Ahmad Dahlan (Muhammadiyah) bersatu padu untuk bersama-sama menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan negara Indonesia.

Dalam sambutannya Ketua PD Muhammadiyah Kiai Muslim menyampaikan, “saya merasa senang dengan adanya acara seperti ini, semoga bisa bermanfaat bagi agama dan negara Indonesia.

Disampaikan juga oleh Muhammad Danial Royyan selaku Kutua Cabang NU Kendal bahwa dilaksanakannya acara ini betujuan untuk memperkuat silaturahmi antara NU dan Muhammadiyah. “Pertemuan NU dan Muhammadiyah pada hari ini adalah untuk Amal Ma’ruf Nahi Mungkar. Dan semoga acara silaturahmi dan Halal Bihalal ini dapat memberi manfaat bagi kita semua,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Prof Dr. M Mahfud MD, memaparkan beberapa pemikiran bahwa negara Kesatuan Republik Indonesia sudah sangat islami.

Lanjut Prof. M. Mahfud MD, hal itu dapat dibuktikan bahwa betapa masyarakat muslim diberikan kebebasan dan perlindungan untuk menjalankan ibadah. Juga adanya toleransi yang sangat baik antara agama islam dan agama lainnya sejak penyebaran islam oleh para wali songo.

“Tradisi hubungan yang harmonis antara NU dan Muhammadiyah sudah lama berlangsung sejak pendiri ormas besar tersebut yang sama-sama belajar di mekah, namun gerakan kedua tokoh tersebut memilih garapan yang berbeda yaitu muslim perkotaan dan muslim pedesaan yang telah berlangsung sebelum Indonesia merdeka,” ungkap Prof. M Mahfud MD.

Prof. M Mahfud juga menyampaikan dalam pesannya bahwa politik dalam islam itu bukanlah hal yang tabu, akan tetapi tradisi yang memang sudah lama dipraktekkan oleh kedua ormas islam terbesar itu, yaitu amar makruf nahi mungkar dan menegakkan keadilan merupakan bagian dari amar makruf nahi mungkar yang juga merupakan bentuk dari politik islam.

Dr. Agus Surono, S.H, M.H.

 

Sementara, salah satu warga yang hadir dalam acara tersebut, yaitu Bapak Agus Surono (Wakil Rektor Universitas Al Azhar Indonesia) saat diwawancarai ia mengatakan, “saya juga asli orang Kendal, pasti kesan yang sangat baik atas peristiwa silaturahim tersebut halal bihalal NU dan Muhammadiyah yang baru pertama dilakukan di Kendal, merupakan tradisi yang baik yang harus senantiasa dilestarikan sebagai bagian untuk melakukan politik amar makruf nahi mungkar, khususnya terhadap kondisi pemerintahan kendal yang masih jauh dari harapan masyarakat.”

Red-HJ99/Heri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here