Desa Tempur Panen Kopi, Canangkan Sebagai Desa Organik Berbasis Komoditas

0

Jepara, Harianjateng.com- Desa Tempur, Dukuh Duplak menggelar acara wiwitan panen kopi dan pencanangan Desa Tempur sebagai desa organik berbasis komoditas kopi, dalam rangka Krida pembangunan oleh Bupati Jepara, rabu (18/07/2018)

Hadir dalam acara Bupati Jepara H. Ahmad Marzuki, SE. beserta rombongan, DKPP kabupaten Jepara Sri Ambarwati, S.H., beserta rombongan, Direktur perlindungan perkebunan Ditjen perkebunan kementrian pertanian, Dudi Gunadi, B,Sc. M.Si., beserta rombongan, Muspika Kecamatan Keling, UPT kecamatan Keling, Pujo Prasetyo, S.Sos,
Kabid Pemadam Kebakaran Satpol-PP dan Damkar Kabupaten Jepara, Petinggi Desa Tempur, Bapak Sutoyo beserta Petinggi lainnya se-kecamatan Keling, BPD desa Tempur, Babinsa Serka A. Munif dan Bhabinkamtibmas Brig Heru Lesmono.

Nampak hadir juga Seluruh Perangkat Desa Tempur, Ketua Poktan Desa Tempur, Ketua RT/RW se-Desa tempur, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda Desa Tempur, PKK serta Tokoh perempuan se-Desa Tempur, Linmas Desa Tempur, dan Kasatkoryon Banser Kecamatan Keling beserta dengan anggotanya.

Dalam sambutannya H. Ahmad marzuki, S.E., selaku Bupati jepara Menyampaikan banyak terima kasih atas pelaksanaan kegiatan KRIDA pembangunan di desa Tempur. “Saya mengajak seluruh warga masyarakat Desa Tempur untuk selalu meningkatkan kualitas kopi yang ada, kita ketahui bersama bahwa kopi sangat dibutuhkan bagi pecinta kopi khususnya, dan saya berterimakasih kepada para petani kopi sudah semaksimal mungkin menghasilkan kopi terbaik,” ujarnya.

H. Ahmad Marzuki juga menambahkan, “saya harap masyarakat khususnya petani kopi agar berkoordinasi kepada instansi pemerintah untuk bisa menjadikan Desa Tempur komoditas kopi berkualitas dengan daya saing yang tinggi. Dan mari kita mohon rindho kepada Allah SWT, supaya Desa Tempur bisa lebih baik dan maju dalam menghasilkan kopi yang berkualitas.”

Selain itu, Dudi Gunadi, B.Sc, M.Si selaku Direktur Perlindungan Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian menjelaskan dalam sambutanya mengatakan, “saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi yang tinggi kepada tim panitia Krida Pembangunan di Desa Tempur, Perkebunan ialah sektor yang penting karena belum tentu negara memiliki sebuah perkebunan. Indonesia sudah melebihi target untuk kopi dan saya mengharapkan untuk selalu mempertahankan juga meningkatkan produksi kopi, Di Vietnam sudah menghasilkan 2 ton dalam 1 ha, dan di Indonesia baru menghasilkan 0,8-1 ton dalam 1 ha, Indonesia dijajah karena kesuburan kultur tanahnya yang jadi rebutan beberapa negara, kita sebagai warga negara Indonesia yang memiliki tanah subur harus manfaatkan sebaik-baiknya.”

“Terimakasih kepada para petani kopi bisa menjadikan desa Tempur sebagai desa Wisata penghasil kopi berkualitas,” tambah Dudi Gunadi.

Sementara Samiadji, S,Sos., selaku Cmat Keling mengatakan bahwa Dukuh Duplak, Desa Tempur cukup jauh dari Kabupaten Jepara, perjalanan cukup jauh dari kantor Kecamatan Keling maupun dari kantor kabupaten Jepara. Saya mengucapkan selamat datang kepada para hadirin, tamu undangan yang menyempatkan untuk hadir melakukan panen kopi di perkebunan kopi ini. Semoga Dsa Tempur kedepan lebih baik dan lebih maju lagi.”

“Di Desa Tempur ini sudah ada beberapa obyek wisata yang cukup terkenal, selain situs candi angin serta ada obyek wisata Gardu Bejagan, dari 4 desa penghasil kopi di antara Kecamatan Keling dan Fesa Tempur ialah desa tertinggi penghasil kopi -+ 700-800 Ton dalam semusim. Saya mengharapkan memoga petani kopi juga marketingnya bisa lebih baik dan maju kedepannya,dan perlu kita ketahui bersama bahwa kopi tempur dapat juara 2 tingkat Jawa tengah tahun kemaren,” harapnya.

Sedangkan, Sutoyo selaku petinggi Desa Tempur mejelaskan, saya ucapkan terima kasih kepada instansi yang menghadiri acara ini. “Saya jelaskan bahwa wiwitan ini bagian dari adat, jadi setiap masyarakat ingin memanen hasil tanamnya itu di awali dengan wiwitan agar mendapatkan keberkahan didalam panennya, di samping mengenalkan adat kita juga mengajari cara pemetikan biji kopi yang baik, kedepannya nanti kita akan membuka paket wisata di Desa Tempur ini untuk memaksimalkan waktu para wisatawan, nantinya juga kita sediakan fasilitas, diantaranya pakean budaya, penginapan dan lain lain, semoga acara seperti ini dapat terselenggara di tahun – tahun berikutnya dan semoga ini segera terealisasi,” tuturnya.

Red-HJ99/Riri Astotok (TT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here