MASTA IMM UMP Kawal Kampus Berkemajuan

1

Purworejo, Harianjateng.com – Sebagai langkah strategis memperkenalkan dan saling mengenal antar mahasiswa baru bersama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Purworejo (IMM UMP), IMM UMP selengarakan rangkaian Masa Ta`aruf (MASTA) IMM UMP sehari bersama untuk mengenal sesama pada Kamis (20/09/2018).

Agenda tahunan ini dilaksanakan di Auditorium Kasman Singodimedjo UMP. Disampaikan Muhammad Rosyid Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwasanya masa ta`aruf merupakan ajang saling mengenal antar mahasiswa baru dan organisasi mahasiswa ini serta terkait Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM).

“MASTA kali ini kami memilih tema Bersama IMM Wujudkan Kampus Berkemajuan. Hal ini diharapkan agar semua mahasiswa baru benar-benar mengenal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah lebih jauh beserta organisasi otonom Muhammadiyah (ortom) lainnya yang ada di UMP seperti Hizbul Wathan dan Tapak Suci. Kemudian harapannya jangka panjangnya mahasiswa dapat mengenal jati dirinya sebagai mahasiswa, bangkitkan jiwa kritis dan inovatif yang sehingga dengan kekritisan tersebut mampu mengawal setiap kebijakan berbagai pihak agar dapat berjalan lebih baik,” ungkapnya dalam sambutan pembukaan masa ta`aruf.

Dalam forum masa ta`aruf ini dirangkai dalam beberapa rangkaian acara seperti penyampaian materi Ke-Islaman Kemuhammadiyahan sekaligus keorganisasian IMM, Motivasi Gerakan Mahasiswa, Treatikal Demonstrasi Mahasiswa, Performance Akustik Band oleh Hizbul Wathan dan Komisariat IMM UMP, Performance Jurus silat oleh Tapak Suci UMP, Performance Orasi Pemuda oleh kader, Apresiasi Puisi, Dinamika Kelompok dan pendukung lainnya.

Pada pemaparan materi pertama terkait Kemuhammadiyahan dan Kebangsaan oleh Dr. Dahnil Anzar Simanjutak, S.E., ME. Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah yang menjelaskan prinsip dan karakter Muhammadiyah salah satunya yakni menggembirakan perbedaan dalam kehidungan berbangsa dan bernegara. Karena dengan perbedaan dapat saling mengenal serta menambah pengetahuan. Selain itu, disampaikan pula posisi mahasiswa Muhammadiyah dan 3 senjata sebagai mahasiswa Muhammadiyah. “Semenjak awal ini yang harus diluruskan yakni pertama tujuan yang lurus dan jelas berkuliah. Dimana salah satu pentingnya berkuliah adalah memperbaiki cara berpikir serta diikuti oleh kemauan yang kuat. Hal inilah yang telah ada pada diri Muhammadiyah semenjak didirikannya,”tegasnya.

“3 senjata Mahasiswa Muhammadiyahyang selalu dipegang disimpan dan diasah serta digunakan dalam kehidupan sehari-harinya yakni tauhid yang murni, Ilmu yang tinggi dan Amal dengan meninggikan akhlaq. Dengan ketiganya tersebut, orang akan mantap tidak takut, wawasan luas dan menjadi telaan bagi yang lain serta akan memberikan manfaat bagi sekitarnya. Adapun terkait negara ini mari berharap Indonesia menjadi bangsa dan negara yang adil dan makmur,”pungkasnya.

Dilanjutkan pemateri kedua dalam penyampaian motivasi organisasi dan gerakan mahasiswa yang disambut riuh meriah oleh seluruh peserta Masa Ta`aruf disampaikan dari Eko Prasetyo, SH. Pimpinan Social Movement Institute Yogyakarta. Beliau mengawali dengan mengutip Syairnya Rene De Clera Penyair Prancis Hanya ada satu negeri yang bisa menjadi Tanah Airku, yaitu negeri yang berkembang karena perbuatan, dan perbuatan itu adalah perbuatanku.

“Sejarah semua perubahan di negeri ini yang menggerakkan mahasiswa. Seluruh politisi hingga pejabat negeri ini kebanyakan berasal dari pendidikan kampus. Pengalaman berorganisasi dan ketrampilan pengelolaan negara ada di mahasiswa. Kepercayaan tinggi dan besar rakyat masih pada mahasiswa sebagai kekuatan pengubah sejarah. Semua dimulai dari ber-Organisasi,”ungkapnya.

Lanjutnya, jelasnya bahwa pentingnya berorganisasi karena dari organisasi itulah akan dilatih kedulian, turut sertamemikirkan orang yang lain dan melatih keberanian. Juga ditekankan bahwasanya kemampuan memanajemen massa dalam menegaskan pendapat atau menentang harus bersama-sama denganya akan menjadi kuat, dimana tugasnya bukan mengecilkan arti keberanian tetapi menularkan keberanian pada yang lainnya.”Kuliah terserah dimana saja yang terpenting adalah bukan dimana dia kuliah tetapi jadi seperti apa dia disana. Beruntunglah kalian dapat belajar di tempat sederhana tidak terkepung gedung tinggi pusat perbelanjaan dan lainnya. Jika ditanya dimana anda kuliah, jawablah mestinya yang saudara tanyakan bukan dimana saya kuliah tetapi tanya mimpi saya seperti apa”,lanjutnya.

“Maka, jadikan kampus sebagai taman pengetahuan bukan karnaval kekayaan apalagi pesta hiburan. Perkuat organisasi mahasiswa untuk melatih organisasi, kepedulian dan perumusan cita-cita kebangsaan. Libatkan dirimu dalam persoalan kemanusiaan dengan menulis, bekerja bersama rakyat dan memikul persoalan kemanusiaan. Kalau lihat kesewanangan ketidak adilan tidak ada kata kecuali kamu melawannya. Kau boleh bakar kebun bunga. Tapi kau tidak bisa menghambat datangnya musim semi. musim semi itu kalianlah para mahasiswa, para pemuda,”pungkas Eko Prasetyo.

Seusai pemaparan materi ini selesai dilanjutkan dengan agenda penutupan oleh panitia. Beberapa apresiasi yang baik memuaskan dari mahasiswa dengan pelaksanaan agenda kali ini. “Alhamdulillah agenda telha berjalan dengan lancar. Semoga mahasiswa dapatkan hikmah dan ilmu. Karena bertransformasi dari siswa menjadi mahasiswa jika masih ragu mari bergabung bersama kami. Harapannya Masta kali ini mahasiswa tergerak hatinya untuk belajar dunia softskill. Di kampus ini tidak hanya belajar terkait keilmuannya, tetapi juga memantapkan kemampuan kita, skill kita seperti kerja sama, ber-Organisasi dalam segala hal. Sehingga, ke depan bersama-sama sebagai keluarga UMP IMM bisa ber-Fastabiqulkhairaat (berlomba-lomba dalam kebaikan) untuk mencapai peradaban Indonesia Muhammadiyah menjadi lebih baik serta seluruh mahasiswa dapat bergabung untuk memajukan kabupaten ini. IMM Jaya !,” harap Abdul Hakam Fawwazi Ketua Koordinator Komisariat IMM UMP pasca penutupan masa ta`aruf.

Red- HJ99

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here