Ketua MPR RI Ajak Masyarakat Purworejo Jadi Pelopor Pemilu Damai

0

Purworejo, Harianjateng.com- Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bayan Purworejo menggelar acara temu tokoh kebangsaan MPR RI dengan dihadiri langsung oleh Zulkifli Hasan selaku Ketua MPR RI pada Kamis (6/12/2018) bertempat di Komplek Perguruan Muhammadiyah Bayan, Purworejo, Jawa Tengah.

Disampaikan oleh Rofiq Nurhadi Ketua PCM Bayan bahwa agenda ini dimaksudkan dapat memberikan pemahaman bersama dalam berbangsa dan bernegara. “Kita berharap masyarakat mendapatkan pencerahan dengan adanya kegiatan ini yang utamanya didalam menyikapi dinamika sosial politik belakangan ini. Terlebih lagi dalam beberapa waktu ke depan akan adanya momen demokrasi Pemilu,” ujarnya.

Agenda yang diikuti oleh kurang lebih 600an orang yang berasal dari warga Muhammadiyah serta berbagai kalangan masyarakat Purworejo sagian selatan, seperti Kecamatan Bayan, Banyuurip, Grabag, Ngombol, Kutoarjo dan sekitarnya. Hadir juga Mumtaz Rais Putra dari Bapak Amien Rais, Pimpinan Daerah Muhamadiyah (PDM) Kabupaten Purworejo serta beberapa tokoh masyarakat lainnya.

“Bagi PCM Bayan dengan menghadirkan masyarakat di komplek perguruan ini menjadi salah satu cara untuk menyampaikan atau menginformasikan kepada masyarakat perkembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang dikelola oleh Muhammadiyah Bayan. Sekaligus juga melaporkan amanah yang diberikan masyarakat untuk melaksanakan pendidikan pada putra-putrinya,” ungkap Rofiq Nurhadi.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan, Ketua MPR RI membedah renyahnya terkait tujuan Indonesia merdeka dalam konstitusi dan pancasila sebagai panduan hidup berbangsa dan bernegara. “Dalam konstitusi tujuan Indonesia merdeka adalah agar bisa bersatu, berdaulat adil dan makmur. Dimana berdaulat dalam bidang ekonomi, politik dan budaya,” ujarnya.

Zulkifli melanjutkan, Pancasila sebagai dasar negara yang harus jadi dasar sehari-hari kita. “Way of life perilaku yang disinari cahaya illahi. Beberapa kenakalan remaja, miras merajalela, narkoba, pergaulan bebas, itu semua tidak pancasilais. Beragama dengan penuh kesungguhan, berkerudung itu bukan radikal, menghormati yang tua, memanusiakan manusia yang lainnya, menyanyangi sesama, mempersatukan perbedaan dengan musyawarah mufakat itulah yang pancasilais. Pancasila bukan cuma dihafalkan yang penting dipraktekkan, dijadikan perilaku oleh pemerintah, rakyat, polisi, camat dan semua kita. Sehingga keadilan sosial bagi seluruhnya akan tercapai. Inilah nilai-nilai yang telah disepakati para pediri bangsa ini,” ungkap Zulkifli.

Ia menjelaskan tentang demokrasi Pancasila, dimana dari rakyat untuk rakyat yang berdaulat berkuasa rakyat langsung dengan salah satu hal mengenai pemilihan pimpinan yang tidak hanya sekedar dibayar, adanya sembako, kerudung, suap lainnya merelakan hak pilihnya untuk memilih si pemberi. Tetapi rakyat harus memahami terkait seluk beluk calon tersebut, darimana asalnya, benar atau tidak, baik atau tidak, dikenal atau tidak, bisa mewakili kita atau tidak, sama perjuangannya atau tidak dan ideologinya juga. Kesemuannya itulah politik transaksional.

Ketua MPR RI juga mengajak masyarakat untuk jadi pelopor pemilu damai sebagai konsekuensi berdemokrasi pancasila. “Konsekuensi demokrasi pancasila ini yakni ada pemilihan umum tiap 5 tahun sekali. Jangan berantem karena berbeda pilihan pada Pilpres. Harapannya masyarakat Bayan ini jadi pelopor Pemilu damai, Pemilu yang menggembirakan, Pemilu yang penuh persahabatan. Semoga dengan itu negara kita menjadi benar. Dengan pertolongan Allah SWT, kita menjadi negara yang adil, setara, makmur dalam keadilan, adil dalam kemakmuran,” pesan dia.

Acara itu di tutup dengan penyerahan plakat MPR RI oleh Zulkifli Hasan kepada Rofiq Nurhadi selaku Ketua PCM Bayan. Perlu kita ketahui acara ini merupakan rangkaian terakhir setelah sebelumnya menyambangi SMK Muhammadiyah Purwodadi Purworejo, serta beberapa tempat di daerah Kabupaten Magelang dan Wonosobo.

Red-HJ99/Hi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here