GP Ansor Kendal Melakukan Terobosan Baru untuk Berdayakan Petani Lokal

4

Kendal, Harianjateng.com- Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kendal telah melakukan berbagai terobosan untuk mengangkat perekonomian masyarakat lokal, khususnya warga nahdliyin di Kendal.

Hal itulah yang disampaikan oleh Ketua GP Ansor Kendal, Muhammad Ulil Amri saat ditemui oleh pewarta Harianjateng.com, Rabu (31/01/2019).

Lanjut Ulil, program yang saat ini sedang dilakukan adalah berupa kemitraan budidaya tanaman jagung. Untuk menjalankan misi ini, pihaknya menggandeng Kementrian Pertanian dan PT BISI Internasional, Tbk. Dan tak tanggung-tanggung, luasan lahan yang dikerjakan mencapai kurang lebih 500 hektar.

“Sebanyak 270 hektar berada di lahan milik para petani di daerah Kendal Pantura bawah merupakan kemitraan dengan PT BISI. Sisanya 230 hektar dengan Kementan berada di lahan IPHPS di wilayah eks Perhutani di Kecamatan Singorojo,” terang Ulil.

Ulil yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Desa Laban, Kecamatan Kangkung tersebut menjelaskan, petani yang menggarap ratusan hektar lahan itu sebagian besar warga NU. Untuk pengadaan benihnya, mereka mendapatkan subsidi dari Kementan dan perusahaan. Para petani itu juga mendapatkan pendampingan dari lembaga mitra tersebut yang difasilitasi oleh tim Ansor Kendal.

“Melihat lokasi lahan di wilayah Kecamatan Kangkung, saat ini lahan sawah yang ditami jagung sudah berbuah dan akan siap dipanen dalam beberapa minggu ke depan,” terang Ulil.

Sementara itu, Fasilitator pendamping petani, Ali Murtadho mengatakan, petani jagung dampingan Ansor di wilayah Kangkung ini merupakan kemitraan dengan PT BISI. Menurutnya jagung ini unik karena mengawinkan spesies jagung jantan dan betina.

“Jagung kemitraan dengan PT BISI tak lama lagi akan panen. Alhamdulilah, jagung tumbuh dengan baik sesuai yang diharapkan. Semoga tidak ada kendala hingga dipanen,” terang Ali Murtadho anggota yang juga merupakan anggota Banser ini.

Perlu diketahui dalam perjanjian yang disepakati antara para petani dengan PT. BISI, bahwa pihak perusahaan akan membeli hasil panen sesuai harga awal yang sudah disepakati.

“Kerjasama yang diajukan oleh sahabat Ansor, terkait untuk urusan harga perlu disepakati di awal karena hal itu dapat menghindarkan petani dari harga yang tidak menentu. Kemudian kami sepakat, karena misi kami tidak hanya sekedar mencari keuntungan. Harga yang disepakati Rp 3.900/kilo dengan kondisi basah,” kata Heru Prasetyo selaku pendamping yang ditunjuk oleh PT BISI Internasional.

Menurut Ulil Amri soal harga yang sudah disepakati di awal merupakan nilai yang dirasa adil bagi kedua belah pihak. “Dalam skema pasar bebas, petani adalah pihak yang lemah yang sering kali dirugikan, dengan adanya kesepakatan harga sejak awal yang dilakukan, itu merupakan keadilan bagi keduanya,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, baik dari pihak perusahaan maupun pemerintah yang telah memberikan subsidi benih sekaligus pendampingan kepada para petani, sehingga program tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Kemitraan dengan PT BISI ini sekaligus sebagai komitmen bersama untuk menciptakan pasar yang adil bagi petani. Sementara kemitraan dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengatasi kelangkaan jagung akibat gagal panen atau faktor lainnya,” tutur Ketua GP Ansor Kendal tersebut.

Red-HJ99

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here