PCNU Kendal Gelar Karnaval Peringatan Harlah NU ke-93

13

Kendal, Harianjateng.com– Kegiatan Karnaval yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendal, Jawa Tengah dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) NU yang ke-93 berlangsung sangat meriah, Minggu (03/02/2019).

Kegiatan itu diikuti kurang lebih sekitar 20.000 orang peserta yang terdiri dari para pelajar dibawa naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dan seluruh Badan Otonom (Banom) NU se-Kabupaten Kendal.

Rute yang dilalui berstart awal dimulai dari Stadion Utama Kendal menuju panggung kehormatan yang berada di Bundaran Kebondalem, kemudian dilanjut menuju tempat finish di Alun-alun Kendal.

Disampaikan oleh Izzudin selaku ketua panitia kegiatan, bahwa peserta karnaval merupakan perwakilan dari masing-masing MWC dari 20 kecamatan. Dan masing-masing MWC mengerahkan sekitar 1.000 peserta, sehingga jumlah total peserta 20.000 orang.

Dalam karnaval tersebut menampilkan budaya Ahlussunah wal jamaah dan profil sekolah. “Dalam karnaval ini, selain menampilkan budaya Ahlussunah wal Jamaah juga sebagai promosi unggulan masing-masing sekola,” tambah Izzudin.

Lanjut Izzudin, “Harlah Nu pada tahun 2019 ini lebih meriah dari tahun sebelumnya, karena selain karnaval kami juga mengelar bazar di Alun-alun Kendal dengan mendirikan 20 stand yang menyajikan produk-produk usaha dari warga NU dan hasil kreasi anak-anak sekolah. Bazar ini akan berlangsung selama dua hari hingga Senin 4 Februari 2019 mendatang sekaligus untuk meramaikan pengajian akbar sebagi penutup rangakaian peringatan Harlah NU tahun ini”.

Ketua panitia tersebut juga menuturkan, peringatan Harlah NU akan ditutup dengan pengajian umum yang menghadirkan Mustasyar PBNU Prof KH. Makruf Amin. Kemudian usai pengajian umum selesai akan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Rumas Sakit NU yang berlokasi di jalan tentara pelajar.

Sementara itu, salah satu kontingen Karnaval dari MWC NU Kaliwungu Selatan mengangkat tema “Santri Tani Mellenial” yang diikuti dari Banom NU, LP Ma’arif Kaliwungu Selatan dan Ponpes Al Ulya Kedungsuren yang mana masing-masing peserta dengan berbagai macam kreasi diantaranya ada drum band, barisan membawa bendera merah putih dan membahwa hasil-hasil pertanian.

Disampaikan oleh Supari selaku koordinator MWC NU Kaliwungu Selatan, menurutnya tema itu diangkat untuk menunjukkan spirit baru kepada generasi muda NU, bahwa bertani adalah sesuatu hal yang mulia. “Bertani adalah hal yang sangat mulia karena merupakan ujung tombak dari ketahanan pangan. Dan kami sangat mendukung program pemerintah tentang adanya santri tani millenial,” tuturnya.

Red-HJ99

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here