MTs Ma’arif Kertek Gelar Makesta dan LDK

0
54

Wonosobo, Harianjateng.com- Kelompok Kerja Kepala Madrasah (KKKM) Ma’arif menyelenggarakan acara pembinaan para bapak dan ibu kepala MTs. Ma’arif se-Kabupaten Wonosobo, Kamis (12/03/2020) bertempat di Resto Ongklok Jalan Dieng Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

 

Hadir dalam forum ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo Drs. H. Muhammad Thobiq, MS.I, Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Kabupaten Wonosobo KH. DR. Abdul Majid, M.Pd., pengawas di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo dan Kepala MTs. Ma’arif Kabupaten Wonosobo.

Acara diawali dengan doa pembuka, kedua, dilanjut dengan sambutan ketua KKKM Ma’arif, ketiga, menyanyikan lagu Indonesia raya dan mars subbanul wathon, keempat, pembinaan dari LP. Ma’arif Cabang dan Kepala Kantor Kementeriqn Agama Kabupaten Wonosobo kelima doa penutup.

MTs, di bawah naungan Ma’arif ada yang siswanya banyak ada yang sedikit, maka dari itu, MTs. yang siswanya masih sedikit jangan berkecil hati. Diharapkan melalui wadah KKKM ini bisa bergandengan untuk memajukan madrasah masing-masing. “Pelaksanaan UAMBNBK dan UNBK di tahun 2020 ini MTs. di bawah bendera Ma’arif Kabupaten Wonosobo mayoritas sudah bisa melaksanakan ujian mandiri” kata ketua KKKM Ma’arif tersebut.

DR. Abdul Majid, M.Pd selaku ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Kabupaten Wonosobo dalam pembinaannya mengatakan bahwa kapala madrarasah di era maya, era digital harus memiliki empat kompetensi yang disimpulkan dalam empat C. Pertama kepala harus critical thinking/fathonah/cerdas, kedua harus creativ, ketiga harus comunication dengan baik dan keempat harus colaboration dengan baik.

Pembinaan lain disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo Bapak Drs. H. Muhamad Thobiq, MSI, mengatakan, pertama perlu rakor mulai jenjang RA, MI, MTs. dan MA untuk peningkatan SDM. Kedua pentingnya internalisasi nilai sejak dari RA sebagai pembentukan karakter dasar.

“Ketiga era merdeka belajar guru harus meningkatkan kompetensinya, maka jadilah guru yang baik, atau tidak jadi guru sama sekali dan penyataan penutup jangan kembali primitif,” kata kakan Kemenag Wonosobo.

Red-HJ99/ Hamim