Gelar Georganisasi MGMP, KeNUan Jepara Diminta Jadi Benteng Utama Aswaja

0
42

Jepara, Harianjateng.com- Pertemuan MGMP KeNUan Jepara yang rutin dilaksanakan pada minggu ketiga setiap bulan kali ini di isi dengan agenda pemilihan pengurus baru masa khidmah 2020/2022, Selasa (11/08/2020).

Bertempat berlangsung di gedung aula Ma’arif Jepara tersebut dihadiri oleh guru-guru mata pelajaran KeNUan dibawah naungan LP. Ma’arif PCNU Jepara. Kegiatan tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi.

Setelah dilakukan rapat terbuka sekitar tiga puluhan anggota yang hadir secara aklamasi menunjuk Muhammad Ubaidillah sebagai ketua baru periode 2020/2022 menggantikan Ahmad Arifin selaku ketua lama periode 2018/2020. Hal ini dilakukan mengingat kepengurusan yang lama telah berakhir masa khidmahnya.

Ubaidillah sendiri menyatakan siap mengemban amanah yang diberikan kepadanya, amanah ini menurutnya harus dijalankan sebaik-baiknya dengan dukungan semua pihak yang terkait dengan organisasi MGMP KeNUan.

“Saya mengharapkan amanah yang saya emban ini bukan menjadi tanggung jawab saya semata, namun saya meminta semuanya untuk memikul bersama-sama organisasi ini dan saya juga meminta dukungan baik berupa saran maupun kritik dalam menjalankan roda organisasi ini agar kedepannya MGMP KeNUan semakin berkembang dan diakui eksistensinya,” ujar Ubaidillah guru KeNUan MTs. Safinatul Huda Jepara.

Hadir pada kesempatan tersebut, Achmad Makhali S.E, M.Pd mewakili pengurus KKMTs 02 Jepara selaku pendamping kegiatan menyampaikan arahan. Ia meminta kepengurusan yang baru periode 2020/2022 untuk lebih aktif dan konsisten dalam menjalankan roda organisasi sebab keaktifan peran guru KeNUan dinilai ikut membantu Nahdlatul Ulama dalam melestarikan paham Ahlusuunah Wal Jamaah dilingkungan madrasah.

“Kedepannya Kami harapkan kepengurusan yang baru ini lebih aktif dalam menjadi benteng utama Ahlussunah Wal Jamaah di madrasah, sebab terkait paham ideologi peserta didik sepenuhnya menjadi tanggung jawab utama guru mapel KeNUan”. Jelasnya.

Lebih lanjut sekretaris Pergunu Jepara ini melihat tantangan-tantangan guru KeNUan dalam mentransfer doktrin ajaran Ahlussunah Wal Jamaah kepada peserta didik semakin berat, untuk itu harus ada inovasi dan kreatifitas dari guru KeNUan dalam ikut melestarikan paham Ahlussunah Wal Jamaah dilingkungan madrasah maupun didaerahnya masing-masing.

Red-HJ99/UD