Tanggul Sungai Cisanggarung Kritis, Narjo; Jalan Terbaik Harus Direhab

0
79

Brebes,- Tanggul sungai Cisanggarung di Desa Pekauman Kecamatan Losari Kabupaten Brebes  tergerus, hingga kritis. Debit air yang tinggi dan deras mengakibatkan terkikisnya tanggul di beberapa titik bahkan ada yang hanya tinggal satu meter dari tebing pengaman sungai.

Terkikisnya tanggul di beberapa titik tersebut membuat masyarakat sangat resah karena dikhawatirkan jebol yang bisa mengakibatkan Banjir.

Sebagai antisipasi, masyarakat sekitar tanggul bahu membahu bekerja bakti membuat tanggul darurat dari karung karung yang diisi tanah, Minggu (17/1).

Kerja bakti  tersebut mendapat dukungan dari berbagai unsur BPBD, DPSDAPR, TNI, Polri,  Pemuda Pancasila, Banser, dan Relawan lainnya.

Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH yang hadir secara langsung di lokasi menjelaskan, tanggul di sepanjang Desa Pekauman dibangun sejak 36 tahun silam. Sehingga sudah rapuh dan perlu adanya rehabilitasi yang sifatnya permanen.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Brebes berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, terutama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung untuk penanganan tanggul kritis tersebut,  

“Kondisi tanggul sudah rapuh, jika hanya penanganan darurat seperti sekarang ini, belum aman bagi masyarakat. Jalan terbaik harus di rehab,” ujar Narjo

Kata Narjo, masyarakat Kecamatan Losari masih trauma dengan banjir yang pernah terjadi di 2018 akibat jebolnya tanggul kali Cisanggarung. Solusinya, pihak pihak terkait harus sigap dalam mengatasi permasalahan tanggul tersebut.

Sebelum meninggalkan lokasi kerja bakti, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH didampingi Asisten I Setda Brebes Drs Apriyanto Sudarmoko mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah meluangkan waktu guna kerja bakti. Fan mengajak masyarakat untuk tetap waspada seraya berdoa agar  permasalahan tanggul dapat diselesaikan sehingga Losari, Brebes tetap aman.

Sementara Kepala Desa Pekauman Warno mengatakan semula tanggul memiliki ketebalan sekitar dua meter tapi karena debit air selalu tinggi dan arusnya deras, maka tanggul di desanya terkikis dan hanya menyisakan satu meter. Sehingga membuat Warganya sangat resah dan berinisiatif melakukan kerja bakti pembuatan tanggul darurat.

Menurut Warno, kerja bakti membuat tanggul darurat dengan cara menumpukkan ribuan karung berisi tanah, yang dipasang di tanggul yang kondisinya sangat parah.

Atas nama pemerintah Desa Warno meminta pihak terkait dapat secepatnya mengatasi permasalahan tanggul di desanya. (Hms/Gust)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here