Wisata Hutan Mangrove Sari Brebes Banyak Diminati Wisatawan Luar Daerah

0
11

Brebes, – Meski di masa pandemi covid-19, namun objek wisata hutan mangrove yang bertajuk Desa Wisata Mnagrove Pandansari atau lebih dikenal “Dewi Mangrove Sari” yang berada di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes masih menjadi primadona bagi para wisatawan. Terbukti, selama libur lebaran kemarin jumlah pengunjung yang datang di objek wisata itu masih cukup banyak.

Selain untuk menikmati keindahan hutan mangrove, wisatawan juga bisa menikmati berbagai wahana yang tersedia disana. Seperti perahu wisata yang akan mengantarkan pengunjung dari hutan mangrove dengan perjalanan sekitar 10 menit. Setibanya di dermaga, pengunjung bisa langsung menikmati traking sepanjang kurang lebih 800 meter dengan pemandangan dan laut.

Dan buat yang ingin menikmati menu khas pesisir, pengunjung juga bisa singgah di warung lesehan yang ada di dalamnya. Disana tersedia menu olahan ikan hingga cemilan yang bisa untuk mengganjal rasa lapar. Wisatawan juga bisa membawa pulang oleh-oleh menu olahan ikan hingga udang yang banyak dijual dengan harga kisaran Rp10 ribu/bungkus.

Rosidin Hasan, salah satu pengunjung mengaku kagum dengan keberadaan objek wisata Dewi Mangrove Sari. Menurutnya, wisata tersebut telah menjadi salah satu destinasi andalan Brebes yang kini banyak diminati wisatawan. Bahkan wisata tersebut telah mampu mendongkrak perekonomian warga sekitar.

Pria kelahiran Desa Keboledan, Kecamatan Wanasari ini mengaku, sebelumnya Desa Kaliwlingi tidak banyak dikenal oleh masyarakat. Tapi setelah ada objek wisata tersebut, kini desa itu telah banyak dikenal oleh wisatawan lokal hingga mancanegara.

Rosidin Hasan yang kini menjabat sebagai Pj Bupati PALI Sumatera Selatan dalam kunjungan kerjanya bersama rombongan sengaja menyempatkan diri untuk berkunjung ke objek wisata tersebut.

Muhammad Bangkit, salah satu pengurus Objek Wisata Dewi Mangrove Sari mengaku senang atas kunjungan Pj Bupati PALI bersama rombongan. Pihaknya juga berterima kasih kepada pemerintah yang telah memperbolehkan objek wisata kembali dibuka setelah lama ditutup akibat pandemi covid-19.

Selama libur lebaran kemarin, lanjut dia, setidaknya sudah ada 2.500 wisatawan yang berkunjung. Bahkan tidak sedikit wisatawan yang datang dari luar daerah. Meski tidak sebanyak saat lebaran sebelum, namun pihaknya masih bersyukur karena masih banyak orang yang antusias untuk berkunjung ke Mangrove Sari.

Dia menambahkan, selama pandemi covid-19 pihaknya memang membatasi jumlah pengunjung. Pengelola juga menerapkan protokol kesehatan bagi para pengunjung yakni dengan menyaratkan memakai masker, cek suhu tubuh sebelum masuk dan menyediakan tempat cuci tangan. “Pengunjung juga harus menjaga jarak baik saat menaiki perahu maupun saat menikmati wahana yang ada di dalam objek wisata,”ujar Bangkit. (Gust)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here