Penikmat Kopi Harus Tahu, Ini Sajian Kopi Pasir Ala Turki Pertama di Brebes

0
391

Brebes – Sebagian masyarakat menganggap tradisi minum kopi atau ngopi berkiblat ke Amerika dan Australia. Sajian kopi menggunakan pasir yang dipanaskan ternyata merupakan metode sajian kopi tradisional asal Turki. Hal demikian itu, seperti yang disampaikan Pemilik Kedai Kopi Pasir “MARKAS 90”, Gozi Prayudi Nagorshah.

Ia mengungkapkan, Turki sudah lebih dulu membuat kopi dengan cara khusus sejak abad ke 15 (lima belas) dengan memakai pot tertentu yang dikenal dengan cezve.

“Kopi turki termasuk salah satu teknik tertua dalam sejarah penyeduhan kopi yakni sebelum alat-alat seduh kopi manual diciptakan,” kata Gozi saat diwawancarai, Rabu (16/06) di Kedai Kopi Pasir “Markas 90”, jalan Prof. Moh. Yamin nomer 21, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes.

Sajian kopi pasir ala Turki ini dibuat dengan memasukkan bubuk kopi ke dalam pot kecil (cezve), setelah itu dipanaskan bersamaan air seduhan di kompor. Bubuk kopi akan dimasak bersamaan air yang dimasukkan ke dalam cezve hingga bergelembung- gelembung.

“Kalo sudah muncul gelembung-gelembung, barulah kopi Turki siap untuk dinikmati,” kata Gozi.

Gozi yang juga Ketua Pengurus Cabang (PC) Satuan Pelajar, Siswa dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kabupaten Brebes menjelaskan, nama kedai kopi ini markas 90 yang diambil dari letaknya yaitu di teras Markas Komando (Mako) Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Brebes.

“Sajian tradisional kopi Turki tumbuh dan berkembang dalam sejarahnya. Di Brebes sendiri, baru Markas 90 yang menyajikan Kopi pasir ini,” tandasnya.

Sementara, Ketua UMKM Sepakat Brebes Bermartabat (SBB), Mohammad Iqbal Yulianto menambahkan kedai kopi pasir Markas 90 lokasinya dekat pusat kota Brebes sehingga mudah dijangkau konsumen. Tak hanya itu, kopi yang disuguhkan pun unik, dan harganya relatif murah.

“Kedai kopi milik Mas Gozi ini tempatnya dekat Alun alun Brebes dan harga untuk secangkir kopinya relatif murah, dari mulai Rp 7000,- (tujuh ribu rupiah) sampai Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah). Tentunya, penyajian kopi pasir ala turki ini relatif murah karena diluaran sana harganya sampai Rp 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) lebih,” lanjutnya.

Iqbal berpesan, untuk para pelaku usaha UMKM agar tetap semangat, jaga kesehatan, terus bergerak dan berinovasi ditengah pandemi Covid-19. “Semoga para pelaku UMKM di Brebes ini naik kelas, sukses dan berkah selalu,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here