Di Brebes, Oksigen dan Obat Untuk Tangani Pasien Covid-19 Hampir Habis

0
244

BREBES – Ketersediaan oksigen dan obat-obatan yang digunakan untuk menangani pasien Covid-19 di Kabupaten Brebes hampir habis. Tak hanya itu, Bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur pasien covid-19 di rumah sakit rujukan pun hampir penuh. Pemerintah Kabupaten Brebes sedang berupaya menyiapkan penambahan bed di rumah sakit rujukan.

Hal yang demikian itu disampaikan Bupati Brebes, Idza Priyanti usai rapat koordinasi terkait penanganan pandemi Covid-19 dan percepatan vaksinasi di Jawa Tengah yang digelar secara Virtual di Pendopo Brebes.

“Sehingga kami sampaikan bahwa kebutuhan di Kabupaten Brebes, untuk obat di rumah sakit, obat yang anti virus, anti biotik ini sudah mulai tiga hari, empat hari mau habis sehingga kami mau minta. Nah kita sampaikan satu itu. Yang kedua, oksigen yang cair juga hampir habis, kita butuh lima ribu,” ungkap Idza. Senin, (28/6).

Yang ketiga, lanjut Idza, karena bed di rumah sakit sudah sembilan puluh lima persen bed-nya mulai penuh sehingga pihaknya membuka rumah sakit darurat di dua puluh tiga Puskesmas Rawat Inap yang ada di Kabupaten Brebes.

“Satu puskesmas 10 bed, siap dan hari ini sudah bisa untuk dioperasionalkan,” kata Idza.

Kemudian, pihaknya juga menyiapkan penambahan empat puluh dua bed di rumah sakit rujukan dan akan siap dalam lima hari kedepan. “Termasuk lagi dibutuhkan tenaga relawan, perawat sangat dibutuhkan.. Brebes butuhnya tiga puluh, baru dapat sepuluh, berarti masih kurang dua puluh,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr. Sartono menjelaskan, dalam hal antisipasi membludaknya pasien Covid-19, pihaknya akan mengoptimalkan segala sesuatu yang ada di rumah sakit.

“Kita akan optimalkan dulu dirumah sakit, karena di rumah sakit itu jelas, yang namanya rumah sakit itu segala sesuatunya sudah disiapkan. Kalau di puskesmas itu adalah untuk kedaruratan saja,” ucap Sartono.

Yang jelas, tegasnya, selama ini di puskesmas rawat inap yang ada di wilayah Kabupaten Brebes pada dasarnya sudah merawat pasien sebelum dirujuk ke rumah sakit. Karena menurutnya, sebelum mendapat tempat di rumah sakit, secara kedaruratan petugas di puskesmas sudah merawat pasien.

“Itu hanya solusi terakhir, karena puskesmas didesain bukan untuk merawat pasien Covid, cuma dalam keadaan darurat. Apa boleh buat, tiada akar rotan pun jadi,” pungkasnya. (Gust)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here