Sektor Wisata Brebes Sumbang PAD Hingga 2,1 Miliar

0

Brebes,- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Brebes menggelar Festival Desa Wisata. Festival tersebut untuk mengukur seberapa kencang geliat desa wisata yang diapresiasi dengan Anugerah Festival Desa Wisata yang dilombakan secara virtual atau berupa konten video kreatif. Penganugerahan diberikan secara sederhana di Hotel Grand Dian Brebes, Rabu (22/9).

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes Slamet Arjono SH MM menyampaikan festival tersebut digelar guna mendorong desa wisata di Kabupaten Brebes untuk terus berkembang dan lebih maju.

“Meski di tengah pandemi Covid 19, pengembangan wisata harus tetap dilakukan. Kali ini, melalui festival yang diikuti beberapa desa wisata di Kabupaten Brebes,” ucap Slamet.

Menurut Slamet, desa wisata menjadi ujung tombak sektor pariwisata untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Dari situ, tumbuh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selain itu, fasilitas wisata juga harus diperhatikan agar menarik banyak kunjungan wisata.

“Saya pernah mengunjungi salah satu desa wisata di Gunung Kidul, banyak geliat UMKM yang secara langsung meningkatkan pendapatan masyarakat, kini desa wisata itu telah berkembamg pesat,” tuturnya.

Slamet berharap, ke depan objek wisata di Brebes bisa menjadi kawasan wisata. Seperti halnya Ancol, masuk dengan tiket terusan dan banyak wahana wisata di dalamnya.

“Sektor wisata kita menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 2,1 Miliar pertahun. Untuk menjadi kawasan wisata tentu harus ada Perda maupun Perbub serta sinergitas dengan para pelaku wisata,” terangnya.

Kabid Pariwisata Agus Ismanto melaporkan, dari sepuluh desa wisata yang ada di Kabupaten Brebes, hanya delapan yang mengikuti festival. Keseluruhannya menampilkan potensi yang ada di desa setempat.

“Video yang ditampilkan berisi seputar informasi desa wisata, selain bisa dilihat juga menggugah minat masyarakat untuk mengunjunginya,” katanya.

Lanjut Agus, kriteria penilaian ada tiga, mencakup pengemasan video konten, pengelolaan desa wisata serta manajemen dan Amenity dan CHSE. Untuk dewan juri merupakan orang-orang berkompeten di bidangnya, yaitu Kabid Komunikasi dan Kehumasan Dinkominfotik Lusiana Indira Isni M Ikom sebagai juri video konten, Mantan Kepala Dinbudpar Ir Amin Budi Raharjo M Pi sebagai juri pengelolaan desa wisata serta Dr Ahmad Hanfan MM sebagai juri manajemen, Amenity dan CHSE.

Sedangkan delapan desa wisata penerima anugerah yaitu, Juara I Desa Wisata Pandansari, Juara II Desa Wisata Winduaji, Juara III Desa Wisata Kaliwlingi. Harapan I Desa Wisata Ciseureuh, Harapan II Desa Wisata Malahayu, Harapan III Desa Wisata Sawojajar. Desa Wisata Winduasri dan Desa Wisata Bandungsari sebagai partisipan.

Salah satu juri, Ir Amin Budi Raharjo memberi saran, agar diperbaiki lagi karena keseluruhan belum menggambarkan secara utuh desa wisata. Seperti letak geogarafis, aksesibilitas atau akses jalan. Juga daya tarik lainnya semisal pertanian, perikanan dan kebudayaan. Selain itu, kesenian lokal juga harus ditampilkan ketika menyambut wisatawan, dengan welcome dance dan suguhan minuman dan makan.

“Home stay juga perlu, terpenting yaitu kebersihan lingkungan. Untuk itu, koordinasi dengan Pokdawis sangat dibutuhkan agar desa wisata bisa dikemas dengan baik,” jelasnya.

Amin mengatakan, pengembangan desa wisata harus melibatkan segenap unsur desa agar bisa lebih maju. Semoga desa wisata yang ikut festival bisa terus berbenah. Sehingga bisa mengikuti festival desa wisata di tingkat provinsi. (Hms/Gust)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here