Tergiur Janji Busuk, Fatmawati bersama Sejumlah CPMI Lapor Polisi

0

Brebes,- Seorang perempuan, Fatmawati (34) bersama sejumlah Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Kabupaten Brebes melapor ke polisi. Hal itu, mereka lakukan lantaran merasa ditipu oleh seseorang berinisial YRM yang mengaku memiliki perusahaan yang dapat menempatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Australia.

Fatmawati menuturkan, kali pertama bertemu dengan YRM, sejak april 2021. Saat itu, ia diajak kerjasama untuk merekrut calon PMI dengan imbalan uang.

“Saya dijanjikan, mendapat imbalan per CPMI itu 6 juta. Bahkan, jika dapat 20 orang nanti dikasih hadiah Sepeda Motor PCX, tapi YRM itu malah pinjam uang pribadi saya sejumlah 26 juta rupiah,” tuturnya.


Sebagai mantan PMI yang juga berpengalaman di bidang perekrutan tenaga kerja migran, Fatmawati berhasil menghimpun 80 orang.
“Hingga kini, Saya bisa merekrut totalnya 80 orang. Berarti seharusnya saya sudah dapat uang banyak dan dapat 4 motor,” kelakar Fatmawati.

Dia menyebut, perusahaan milik YRM itu berganti hingga nama tiga kali, namun ia belum merasa curiga dan belum merasakan keanehan.

“Mungkin karena dijadikan sebagai staf. Bahkan waktu itu, saya juga ditawari jadi direktur dengan gaji Rp 3,5 juta termasuk tunjangan. Tapi, cuma tiga bulan digaji. Nah, saat itu saya mulai curiga ada yang aneh,” ujarnya.

Keanehan dan kecurigaan tersebut, lanjut Fatmawati, karena YRM tanpa sepengetahuannya kembali meminta uang pendaftaran ke beberapa calon PMI.

Terlebih, saat YRM ditanya apakah syarat pemberangkatan sudah diurus dan ditanya daerah perkebunan di negara penempatan PMI itu tak pernah dijawab. Bahkan, YRM terkesan mengelak setiap ditanya terkait kepastian teknis dan prosedur pemberangkatan PMI.

“Bersamaan dengan terbongkarnya kecurigaan para calon PMI yang sudah setor uang. Saya dan bersama sejumlah calon PMI, hari ini melaporkan YRM ke Polres Brebes,” katanya.

Sejumlah CPMI itu, melapor ke polisi karena telah menyetorkan sejumlah uang mulai dari satu juta hingga puluhan juta. “Namun, saat diminta untuk mengembalikan uang, hingga kini YRM hanya membalas dengan janji-janji busuk. Dan hingga kini tak satupun calon pekerja migran berangkat sesuai harapan,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan, Chandra Giovani, 21, warga Petunjungan yang mengaku tergiur dengan tawaran salah satu PT milik YRM. Pasalnya, ia dijanjikan bekerja sebagai PMI di negara penempatan Australia dengan gaji mencapai puluhan juta per bulan. Bahkan, ia sudah membayar sejumlah uang untuk pendaftaran dan mengikuti pelatihan sebelum diberangkatkan.

“Uang pendaftaran sudah saya bayarkan dua kali. Pertama, daftar Rp 6 juta bulan April lalu. Kedua, Rp 20 juta dua minggu setelahnya sebagai job order ke Australia,” jelasnya.

Pengalaman serupa, dibenarkan calon Pekerja Migran Indonesia lainnya. Nahrowi, 31, warga Desa Sitanggal Kecamatan Larangan yang merasa tertipu Rp 6 juta. Menurutnya, iming-iming yang disampaikan pemilik PT KMS dianggap sangat meyakinkan. Buktinya, puluhan calon PMI dari sejumlah desa di Brebes juga percaya janji palsu tersebut.

“Modusnya rapi, karena saya gak punya uang banyak. Daftarnya, Rp 6 juta dan biaya pelatihan bisa pakai sertifikat untuk jaminan di bank. Setelah kerja, angsuran dipotong dari gaji sebagai PMI di Australia,” terangnya.

Nasib hampir sama, pun dialami Rokhim, 30, warga Desa Pulosari yang juga sudah membayar pendaftaran Rp 6 juta. Menurutnya, kejanggalan dan kecurigaan PJTKI itu terungkap Agustus lalu. Yakni, saat calon PMI yang sudah bayar puluhan juta namun tak kunjung diberangkatkan. Termasuk, pelatihan dan pengurusan paspor yang selalu molor dengan berbagai alasan.

Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Hadi Handoko membenarkan, pihaknya sudah menerima aduan dari beberapa korban tentang adanya dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan kaitan dengan pemberangkatan calon PMI ke Australia. Saat ini, laporan tersebut dalam proses pemeriksaan yang selanjutnya akan dilakukan penyelidikan.

“Apakah terbukti benar atau tidaknya dugaan kaitan dengan tindak pidana penipuan dan penggelapan tersebut. Kami, saat ini sedang melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Informasi dari penyidik, tadi yang datang ke Polres Brebes, ada sepuluh orang yang melapor,” tandasnya.

Sementara, YRM melalui penasihat hukumnya saat dihubungi wartawan melalui saluran aplikasi Whatsapp menandaskan, pihaknya akan mengikuti proses hukum, dan menunggu surat panggilan dari pihak kepolisian. Selain itu, pihaknya juga akan membuktikan kliennya tidak bersalah dalam masalah ini.
“Melaporkan itu adalah hak setiap WNI, dan berkaitan dengan laporan dugaan penipuan calon tenaga migran terhadap klien kami, kami akan mengikuti proses hukum saja. Nanti akan kami buktikan bahwa klien kami tidak melakukan penipuan apa yang mereka laporkan. Kami menunggu surat panggilan saja dari pihak kepolisian, nanti akan kami buka kronologisnya ketika klien kami di BAP,” pungkasnya. (Gust)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here